Melirik Program Lapas Pariaman yang Membentuk Narapidana Jadi Hafiz

Program keagamaan Lapas Pariaman
Program keagamaan Lapas Pariaman (KLIKPOSITIF/Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Narapidana di Lapas Kelas ll B Kota Pariaman menjadi penghafal Alquran dalam program keagamaan lapas yang bekerjasama dengan Kemenag Kota Pariaman

Hampir seluruh narapidana ikuti program tersebut. Dengan menghafal Alquran atau menjadi Hafiz narapidana bisa dapat remisi.

baca juga: 250 Personel Disiagakan untuk PSBB Libur Lebaran di Pariaman

Salah satu narapidana bernama Yanfahmi Zuher telah hafal sebanyak 4 juz. Saat ditemui Zuher mengaku dia hafal 4 juz. 

"Ya sudah 4 juz saya hafal. Juz Amma, juz 1 sampai 3. Saya menghafalnya setelah shalat tahajud dan mengulangi setiap shalat lima waktu," ungkap Zuher, napi yang dihukum selama 5 tahun, Kamis 26 September 2019.

baca juga: Lebaran di Tengah Pandemi COVID-19, Begini Aturannya di Pariaman

Selain itu Zuher juga mengatakan, setiap harinya di lapas, dia menghafal satu hari satu halaman Quran.  "Target saya satu hari hafal satu halaman Quran, " sebut Zuher. 

Tak hanya Zuher, salah satu napi kasus narkoba yang dihukum 9 tahun bernama Yanuar juga mengatakan perihal yang sama. Yanuar (35) mengatakan, selama menjalani program agama di lapas itu dirinya tidak lagi kecanduan dengan narkoba. "Bahkan saya tidak lagi merokok. Apalagi narkoba, saya tidak kecanduan lagi dan telah berhenti secara total," sebut Yanuar. 

baca juga: Lebaran Saat PSBB Masih Berlaku, Objek Wisata Pariaman Terpaksa Ditutup

Lebih lanjut Yanuar katakan, dengan adanya program keagamaan itu dia merasa tercerahkan batinnya dan bisa menuju ke arah lebih baik lagi. 

"Ya, semenjak ikut program-program keagamaan saya sudah menjadi lebih baik dari sebelumya. Kini saya menghafal 5 surat. Motivasinya juga untuk mendapatkan remisi selain mendapat ridho dari Allah," kata Yanuar. 

baca juga: Peras Pasangan yang Lagi Pacaran, Satu Pelaku Diamankan Polisi di Pariaman

Dia katakan juga, saat masuk penjara dia tidak pandai baca Alquran. "Sekarang sudah bisa, bacaan salat saya juga telah lebih baik, " ungkap dia. 

Sementara itu, Herman LG, Kepala Seksi Binadik dan Giatja Lapas Kelas ll B Pariaman menjelaskan, program keagamaan selain untuk mendidik narapidana juga untuk motivasi untuk mendapatkan remisi. 

"Sudah 4 orang narapidana yang kami ajukan untuk mendapatkan remisi. Mereka yang 4 itu sudah menjadi penghafal Quran," sebut Herman. 

Dia mengaku, untuk tahap awal, sulit mengajak napi ke arah agama. Namun berjalannya waktu hampir semua napi ikut dan senang dengan program keagaman. 

"Contohnya salah satu napi kasus narkoba bernama Kencur. Dia merupakan kepala napi yang disegani, pasalnya Kencur terkenal dengan "bagak"nya. Setiap napi yang baru tunduk dan takut, lantaran si Kencur tak segan-segan menggertak dan mengajak napi lainnya berkelahi," jelas Herman. 

Namun saat ini, kata Herman lagi, Kencur telah menjadi orang yang ramah. Tato di sekujur tubuhnya tak lagi menandai dia arogan.

"Dia sekarang ikut program hafiz juga, sudah taat salat dan mengaji. Bahkan kami salut atas perubahan yang terjadi pada dirinya, " jelas Herman.

[Rehasa]

Penulis: Iwan R