Ditemui Wagub Sumbar, Perantau Minang di Wamena Bersorak Minta Pulang

Perantau Minang di Wamena
Perantau Minang di Wamena (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit beserta rombongan telah sampai di posko pengungsian perantau Minang di Wamena, Papua pagi tadi, Minggu, 29 September 2019.

Rombongan langsung bertemu dengan perantau Minang dan mengelar pertemuan di Lapangan Kadim setempat yang dijadikan tempat penampungan perantau. 

baca juga: Pemerintah Perpanjang Masa Pelaksanaan Pekerjaan Venue PON XX

Dalam pertemuan tersebut, Nasrul Abit meminta data dan menanyakan isi hati para perantau, apakah mereka ingin pulang atau tetap menetap di Wamena pasca kerusuhan.

"Jadi, dunsanak sekalian silakan putusan, apakah maupun pulang atau tetap di Wamena. Saya tunggu datanya agar tahu berapa yang pulang dan tetap tinggal di sini. Sehingga bisa kami ambil kebijakan," ujarnya.

baca juga: PON XX Papua 2020 Ditunda Hingga Oktober 2021

Setelah ada data, Pemprov Sumbar bisa mengambil langkah selamat, apakah akan dipulangkan dengan kapal laut atau dengan pesawat.

"Kalau data sudah ada, kami juga bisa menghitung berapa biaya transportasinya," katanya didepan ratusan pengungsi.

baca juga: Komite II DPD RI Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan Pasukan Non-Organik di Papua

Wagub juga menggelar pertemuan dengan pemerintah setempat dan pihak keamanan guna memberikan jaminan keamanan pada masyarakat Sumbar di Wamena.

"IKM sudah bertanggungjawab atas data berapa yang akan pulang," tukasnya.

baca juga: 63 Tapol Papua Desak Kasusnya Dibawa ke Meja PBB

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Keluarga Minang (IKM) Wamena Nofri Zendra mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan data yang diminta Wagub Sumbar.

"Kami sedang melakukan pendataan, nanti saya berikan dananya kepada media dan pak Wagub," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF .

Dalam video yang dikirim Kabag Rantau Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Provinsi Sumbar Hilma Damanhuri Djalil nampak perantau bersorak ingin pulang saat ditanya Wagub Sumbar. (*) 

Penulis: Joni Abdul Kasir