300 dari 500 Orang Perantau Minang Korban Kerusuhan di Wamena Minta Diungsikan

"Dari 300 tersebut, ada yang minta pulang ke Sumbar dan ada juga ingin ke luar sementara dari Wamena"
Sekretaris IKM Wamena Nofri Zendra (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Sekretaris Ikatan Keluarga Minang (IKM) Wamena, Nofri Zendra menyebutkan, dari 500 orang perantau Minang yang mengungsi di Kodim 1702 Jayawijaya, 300 orang minta mengungsi dari Wamena.

Dari 300 tersebut, ada yang minta pulang ke Sumbar dan ada juga ingin ke luar sementara dari Wamena. Mereka ingin mengungsi ke Sentani Kabupaten Jayapura untuk menenangkan diri hingga kondisi aman. Sementara 200 lagi memilih bertahan di Wamena.

"Tadi pagi, saat Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama rombongan minta data berapa yang akan pulang dan bertahan, langsung kami data," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF, Minggu, 29 September 2019.

Dijelaskannya, data tersebut telah diserahkan kepada rombongan Provinsi Sumatera Barat sebelum rombongan bertolak lagi ke Jayapura.

Nofri mengungkapkan, perantau Minang yang ada di Wamena 99 persen asal Pesisir Selatan. Kebanyakan dari mereka telah memiliki usaha dagang di Wamena.

"Mayoritas dari Pessel, sebagian kecil dari daerah lain di Sumbar," ungkap Pria yang telah bekerja keras dalam pemulangan Jenazah korban kerusuhan Wamena tersebut.

Sementara itu, Kabag Rantau Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Provinsi Sumbar Hilma Damanhuri Djalil menyebutkan, data secara keseluruhan korban kerusuhan di Papua sedang direkap. Kemungkinan malam baru bisa diketahui secara keseluruhan

"Sedang direkap, malam ini baru bisa diketahui seluruhnya mereka yang pulang ke Sumbar dan yang akan diungsikan dari daerah rawan ke daerah aman," ujarnya. (*)