Gubernur Papua Minta Perantau Minang Bertahan di Wamena

Gubernur Papua Lucas Enembe
Gubernur Papua Lucas Enembe (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan, dari pertemuannya dengan Gubernur Provinsi Papua Lucas Enembe berjanji akan menjamin keamanan perantau Minang di Wamena, Jayawijaya.

"Beliau minta maaf dan berjanji menjamin keamanan perantau kita di Wamena," ujarnya Nasrul Abit sepulang dari Papua , Senin, 30 September 2019.

baca juga: Pemerintah Perpanjang Masa Pelaksanaan Pekerjaan Venue PON XX

Bahkan diturunkan Nasrul Abit, Gubernur Papua minta perantau Minang untuk tidak pulang dan keluar dari Wamena. Karena, keberadaan perantau telah membantu menggerakkan perekonomian di Wamena.

"Disampaikannya langsung kepada kami, waktu pertemuan ada beberapa tokoh dari Minang," katanya.

baca juga: PON XX Papua 2020 Ditunda Hingga Oktober 2021

Dilanjutkan Nasrul Abit, Gubernur Papua mengaku sudah bagian dari Sumbar. Apalagi dianugerahi gelar kebesaran adat sebagai "Sangsako Sutan Rajo Panglimo Gadang" yang berarti Sultan Raja Panglima Besar oleh Sholihin Jusuf Kalla DT. Rajo Suku Kutianyar Tanjung Kociak. 

"Bahkan beliau (gubernur Papua ) menyatakan bukan hanya warga Sumbar yang di jamin, semua perantau akan dijamin keselamatannya," ungkap Mantan Bupati Pesisir Selatan itu.

baca juga: Komite II DPD RI Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan Pasukan Non-Organik di Papua

Kemudian dalam waktu dekat, Kementerian PUPR akan melakukan perbaikan bangunan yang rusak saat kerusuhan. Untuk itu Wagub berharap semua kalangan tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memancing terjadi kerusuhan.

"Dalam waktu dekat juga akan dilakukan recovery bangun yang hancur dan terbakar, pemerintah bersama pihak kepolisian dan TNI terus memulihkan keadaan agar aktivitas kembali normal," tukasnya.

baca juga: 63 Tapol Papua Desak Kasusnya Dibawa ke Meja PBB

Sekretaris Ikatan Keluarga Minang (IKM) Wamena Nofri Zendra menyampaikan, kondisi di Wamena sudah mulai kondusif. Buktinya aktivitas di dalam perkotaan sudah berjalan. Namun sebagian masyarakat masih was-was dengan isu yang berkembang.

"Sebagian masih ragu dengan isu terjadi kerusuhan susulan," ujarnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir