“Saya Harap Kita (Warga Minang) Berikan Maaf Itu”

"WAWANCARA KHUSUS WAGUB SUMBAR SOAL PAPUA"
Nasrul Abit, Wakil Gubernur Sumatera Barat (KLIKPOSITIF.com/Adil Wandi)

Kerusahan di Wamena Papua menyebabkan jatuhnya korban hingga meninggal dunia. Ribuan orang mengungsi. Masyarakat Minang (Sumbar) yang terdampak langsung dengan kerusuhan menyatakan ingin pulang. Tak sedikit pula di antaranya menyatakan ingin bertahan. Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, datang langsung ke sana untuk memastikan apa yang terjadi dan mencarikan solusi. “Saya ingin melihat kondisi riil supaya informasinya tidak simpang siur,” ujarnya kepada jurnalis KLIKPOSITIF.com.

 

Banyak yang memuji langkah Pemprov Sumbar turun langsung ke Papua. Bisa diceritakan latar belakang keputusan itu diambil?

Saya, Selasa malam, dapat informasi bahwa masyarakat kita di Wamena Papua meninggal 9 orang akibat kerusuhan yang terjadi pada 23 September 2019. Korban ini mau dibawa pulang tapi belum tahu bagaimana teknisnya, baik itu transportasi maupun peti. Saya waktu itu sedang di Jakarta.

Besoknya, saya koordinasi dengan bupati Jayapura. Menurut bupati, mereka sudah mengadakan rapat dan siap menanggung biaya transportasi, tapi terkendala dengan peti. Kendala ini saya sampaikan kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Saya kemudian menelpon Baznas untuk meyediakan peti. Dan, pada Kamis (26/9), jenazah sampai di Bandara Internasional Minang (BIM).

 

Setelah korban sampai di sini, banyak sekali informasi yang beredar. Ada yang ingin pulang, ada yang ingin bertahan, ada juga yang mengatakan kerusuhan meluas. Akhirnya saya rapat dengan gubernur, Biro Sosial, Bina Sosial, Biro Rantau dan Baznas menyikapi kondisi kekinian.

Saya bilang ke Gubernur, “Pak, ini sepertinya serius.” Saran saya, utus tim kesana utuk melihat kondisi riil. Maka direncanakan tim untuk berangkat. Tapi, saya juga mikir, ini kan perlu koordinasi karena yang ... Baca halaman selanjutnya