Pengamat: Masyarakat Jangan Terlalu Berharap Banyak pada DPR RI Baru

"Masyarakat jangan terlalu banyak berharap kepada mereka. Sebab dari awal sudah mempertontonkan prilaku yang tidak baik"
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Sebanyak 575 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 2019-2024 telah disumpah kemarin (2/10) di Jakarta. Namun, 290 penyambung lidah masyarakat itu bolos hari pertama dengan agenda pemilihan ketua DPR RI.

Dari prilaku anggota DPR RI tersebut, Pengamat politik dan komunikasi dari Unand Najmuddin M Rasul menyatakan, masyarakat jangan terlalu banyak berharap kepada mereka. Sebab dari awal sudah mempertontonkan prilaku yang tidak baik.

"Masyarakat jangan terlalu banyak berharap kepada mereka. Kalau begini, mari masyarakat bersama media melakukan pengawan terhadap kinerja DPR," ujarnya kepada KLIKPOSITIF, Kamis, 3 Oktober 2019 di Padang.

Dilanjutkan, anggota DPR RI yang baru diharapkan bisa menjalankan tugas utama parlemen (Legislasi, Budget dan Pengawasan), berorientasi pada kebutuhan masyarakat, mau belajar dari kelemahan parlemen masa lalu.

"Mereka harus membuka ruang diskusi publik, memiliki program komunikasi politik dengan constituent, berorientasi politik kebangsaan. menagenda pendidikan politik untuk generasi milenial dan punya gaya hidup sederhana," jelasnya.

Dari beberapa harapan masyarakat tersebut, beberapa indikator bisa digunakan untuk mengukur kinerja anggota parlemen. Diantaranya, memiliki visi, misi, strategi dan agenda pendidikan politik.

"Mereka melakukan dan melaksanakan janji politiknya tidak. Kemudian apakah kunjungan ke luar negeri lebih sering dibandingkan mengunjungi konstutuen. Ini bisa dijadikan patokan, ada yang terpilih tidak muncul lagi ditengah masyarakat, baru akan pemilihan berikutnya muncul. Ini akan menjadi catatan masyarakat," terangnya. (*)