ACT Fasilitasi Pemulangan Warga Minang dari Papua

"Warga Minang berangkat menggunakan Ekspres Air dari Sentani pukul 16.00 Wib"
Seorang relawan berdiri di Crisis Center ACT Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau, Kamis malam, 3 Oktober 2019 (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat memfasilitasi kepulangan 134 warga Minang yang ada di daerah Wamena, Papua, Kamis, 3 Oktober 2019.

Marketing Communication ACT Sumbar Dana Kurnia mengatakan untuk malam ini kedatangan warga Minang diperkirakan pukul 02.00 Wib. "Warga Minang berangkat menggunakan Ekspres Air dari Sentani pukul 16.00 Wib. Kemudian transit dulu di Balikpapan selama 30 menit, kemudian langsung ke Jakarta dan ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM)," katanya di BIM.

Ia mengatakan warga yang datang akan langsung diberangkatkan dengan 6 buah bus NPM ke kampung halaman di Bayang, Pesisir Selatan. "Nantinya disana akan disambut oleh camat dan bupati Pesisir Selatan serta warga dan sanak famili disana," jelasnya.

Ia menambahkan besok juga akan ada kedatangan warga Minang dalam tiga kali penerbangan. "Besok akan pulang dengan pesawat Garuda Indonesia dalam tiga tahap, yakni pukul 13.00 Wib, pukul 15.00 Wib dan pukul 20.00 Wib. Hingga saat ini, jumlah sememtara warga yang pulang bersama ACT hampir 300 orang. Nantinya juga akan ada kolaborasi dengan Pemrov Sumbar terkait kepulangan ini," paparnya.

Untuk kepulangan warga Minang dari Wamena, ada beberapa tahap yang dilakukan ACT, yakni tahap tanggap darurat dan recovery.

"Untuk tahap tanggap darurat ini, kita telah melakukan beberapa kegiatan diantaranya pelayanan di posko yang ada di Wamena, pelayanan kesehatan dengan pemeriksaan dan psikologis dan bantuan logistik. Untuk bantuan logistik sendiri, kita juga telah melakukan pemotongan lima ekor sapi dan bantuan bahan makanan pokok," terangnya.

Untuk tahap recovery nantinya pihak ACT akan melakukan survei kepada warga terkaot kebutuhan mereka. "Kita akan bagi nantinya pada beberapa kelompok yakni kelompok yang menetap di Sumbar atau kelompok yang hanya pulang untuk menenangkan diri," tuturnya.

Kelompok yang menetap di Sumbar juga akan didampingi dalam memulai ... Baca halaman selanjutnya