Ceritra Defrizul Selamat dari Rusuh Wamena, Meski Trauma Berniat Kembali ke Papua

"Kami bersembunyi kurang lebih selama 30 menit sampai personel dari Makodim Jayawijaya 1702,"
Defrizul, perantau asal Sumbar sampai di BIM (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF-- Perantau Minang yang sampai di Bandara Internasional Minangkabau pada Kamis 3 Oktober 2019 menyatakan bahwa ia pasti akan kembali lagi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua setelah kejadian tragis yang dialaminya.

"Kalau untuk kembali, saya pasti akan kembali lagi ke sana. Tapi saat ini saya mau menenangkan diri dulu dan menghilangkan trauma atas kejadian itu," ujar seorang perantau, Defrizul (45).

Ia mengatakan bahwa dirinya masih trauma atas kejadian yang ia alami di Pasar Wouma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada 23 September 2019 lalu.

Ia menceritakan, saat kejadian itu, dirinya sedang berada di warung sembako miliknya yang berada di pasar tersebut.

"Saat kejadian itu, ratusan orang mulai menyerang menggunakan panah, batu dan senjata tradisional lainnya," ujarnya.

Terkejut melihat kejadian itu, ia langsung bersembunyi di dalam tokonya bersama pedagang lainnya yang juga berjualan di lokasi itu.

"Kami bersembunyi kurang lebih selama 30 menit sampai personel dari Makodim Jayawijaya 1702," lanjutnya.

Saat anggota Kodim mengevakuasi, ia bersama ratusan warga lainnya yang juga pribumi Papua dibawa menggunakan truk milik TNI.

"Sekitar dua kilometer kami diungsikan ke Kodim dan di sana baru kami merasa aman," sambungnya.

Ia mengatakan setelah diungsikan ke Makodim, dirinya bersama puluhan warga lainnya langsung diungsikan lagi ke daerah Jayapura.

"Setelah itu kami diberangkatkan ke Jakarta menggunakan pesawat Hercules milik TNI," sambungnya.

Saat ini, ia ingin mengatasi traumanya terhadap kejadian itu sambil menunggu keadaan benar-benar kondusif.

"Kalau keadaan sudah kondusif, saya akan kembali lagi ke Papua untuk mengurus aset yang masih tertinggal di sana," tutupnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jafri yang juga sampai di Bandara Internasional Minangkabau bersamaan dengan 49 orang perantau lainnya.

"Saya akan ... Baca halaman selanjutnya