Pengakuan Perantau, Firman: Masyarakat di Wamena Itu Sebenarnya Orang-orang yang Ramah

"Masyarakat di sana itu tergantung pembawaan kita, kalau kita baik, maka mereka akan baik juga. Tapi keadaan itu diluar perkiraan saya"
Firman (38), Perantau Asal Sumbar yang pulang kampung pasca kerusuhan di Wamena bercerita kondisi di Papua, saat sampai di BIM, Jumat dini hari (4/10) (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Banyaknya perantau Minang yang kembali ke tanah kelahiran setelah keadaan mencekam yang menimpa seluruh pendatang di tanah cendrawasih. Berbagai lokasi dan bermacam orang menyisakan kesan yang berbeda-beda. Begitu pula yang dialami oleh Firman (38).

Lokasi tempat ia berjualan tidak tersentuh oleh pelaku kerusuhan yang mengakibatkan beberapa lokasi di daerah itu hangus terbakar.

"Saya berjualan di daerah Pasar Baru yang merupakan pasar terbesar di Wamena. Saat kami mendengar pelaku itu akan menyerang, kami bersama-sama dengan pedagang lainnya melakukan penghadangan," ujarnya.

Ia menceritakan, saat ia bersama ratusan pedagang lainnya melakukan penghadangan, pelaku kerusuhan yang sudah membakar beberapa pasar sebelumnya mundur dan tidak menyerang mereka.

"Kalau di Pasar Baru kami semua aman dan seluruh pedagang di sana juga aman," sambungnya.

Menurutnya, ia melakukan penghadangan dengan cara berkumpul di lokasi bagian depan pasar menggunakan senjata seadanya.

"Alhamdilillah mereka mundur setelah kami melakukan penghadangan," lanjutnya.

Setelah melakukan penghadangan, beberapa saat kemudian personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung menyambangi mereka dan membawa mereka ke tempat pengungsian.

"Sekitar satu kilometer dari daerah Pasar Baru ke Makodim 1702 Jayawijaya kami diangkut menggunakan truk," sambungnya.

Setelah dievakuasi ke lokasi pengungsian, ia bersama istri dan tiga orang anaknya diberangkatkan ke Jayapura tempat pengungsian selanjutnya.

Setelah sepekan di tempat pengungsian, ia langsung diberamgkatkan ke Sumatera Barat oleh ACT bersama 131 orang perantau lainnya.

"Kami berada di Jayapura setelah kejadian itu hjngga tadi, Kamis 3 Oktober 2019 sebelum keberangkatan," sambungnya.

Ia menyatakan bahwa dirinya akan kembali ke Tanah Cendrawasih setelah memastikan keadaan kondusif dan aman.

"Setelah keadaan ... Baca halaman selanjutnya