Yayasan 'Bukittinggi Madani Berbagi' Galang Dana Untuk Korban Kerusuhan Wamena

"Penggalangan donasi lewat Sahabat UAS di seluruh Indonesia masih berjalan"
Penyerahan bantuan secara simbolis oleh Erman Safar kepada Erizal, Sabtu (05/10/2019) (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Yayasan Bukittinggi Madani Berbagi memberikan bantuan kepada Perantau Minang yang selamat dari tragedi kerusuhan di Wamena Papua. Secara simbolis, bantuan itu diserahkan Ketua Umum Yayasan Bukittinggi Madani Berbagi, Erman Safar, kepada salah seorang korban bernama Erizal (42) di Kafe Kopi Bana & Fallen's Kitchen Bukittinggi, Sabtu 5 Oktober 2019.

"Kami Sahabat UAS (Ustaz Abdul Somad) dari Yayasan Bukittinggi Madani Berbagi, mencoba untuk mengumpulkan donasi, menggalang dana untuk korban Wamena, khusus orang Minang yang sudah pulang. Alhamdulillah, sudah tiga hari berjalan, uang sudah terkumpul," ujar Erman Safar.

Erman Safar berharap bantuan tersebut bisa berguna untuk membangun usaha atau menggunakannya untuk kegiatan lainnya yang bermanfaat.

"Secara simbolis sekarang kita berikan bantuan, dan nantinya kita akan memberikan bantuan juga ke beberapa korban, mungkin bisa sampai puluhan, InsyaAllah, karena sampai sekarang penggalangan donasi lewat Sahabat UAS di seluruh Indonesia masih berjalan," ulas Erman Safar.

Untuk diketahui, Erizal merupakan korban kerusuhan Wamena yang tiba di Sumbar pada 26 September 2019. Dari 10 anggota keluarga dan sanak familinya yang tinggal di Wamena, hanya dua yang selamat, yakni dirinya serta seorang adik iparnya. Sementara anak dan istrinya meninggal dunia.

Erizal yang merupakan warga Batang Kapeh Pessel-Sumbar mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut serta tidak mau lagi kembali ke Wamena.

Ia berharap ke pemerintah Wamena dan Papua mau bertanggungjawab atas kejadian tersebut, serta bersedia mengganti segala kerugian yang dideritanya, karena hanya baju yang melekat di badannya yang bisa diselamatkan. (*)