Cerita Urang Sumando Minang, dari Kerusuhan Wamena Hingga Empat Hari di Kapal

"Suhardi mengalami luka di bagian kakinya karena terkena senjata tajam"
Suhardi saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (07/10/2019) (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Seorang perantau asal Makasar yang merupakan (urang sumando) di tanah Minang menjadi korban luka-luka saat kerusuhan di Wamena, Papua pada 23 September 2019 lalu.

Namanya Suhardi (49) yang merupakan suami dari warga Minang berasal dari Pesisir Selatan. Ia mengalami luka di bagian kakinya karena terkena senjata tajam pelaku kerusuhan.

"Saat itu saya berada di bengkel dan saya melihat orang menggunakan seragam Sekolah Menengah Atas (SMA) ramai menggunakan senjata tajam," ujarnya kepada klikpositif.com, Senin 7 Oktober 2019.

Saat melihat itu, awalnya ia biasa saja karena memang ia pernah mendengar akan ada demo sebelumnya dan menganggap tidak akan ada ancaman.

"Karena mereka sudah merusak bangunan dan menggunakan senjata tajam, saya dan warga asli Wamena lainnya melarikan diri," ujarnya.

Saat ia akan melarikan diri, seorang pelaku kerusuhan melemparkan parangnya ke arahnya dan beberapa masyarakat lainnya yang mencoba melarikan diri.

"Parangnya terbang dan memantul ke tanah hingga mengenai kaki saya dan sampai saat ini masih luka," lanjutnya.

Karena terus diburu, ia langsung lari ke arah perkebunan bersama puluhan warga asli Wamena lainnya untuk menyelamatkan diri.

"Kami tidak dibantu oleh aparat saat itu. Karena merasa terancam, kami langsung menuju Koramil," lanjutnya.

Saat sampai di kantor Koramil, ia bersama masyarakat lainnya langsung diungsikan ke Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1702 Jayawijaya.

"Saat sampai di sana kami baru merasa aman dan langsung menuju Jayapura," lanjutnya.

Tidak hanya sampai di situ, saat akan menuju Sumatera Barat, dirinya menggunakan kapal laut selama empat hari.

"Selama empat hari di kapal, keadaan dunsanak lainnya ada yang sakit. Mungkin karena kurang makan dan keadaan di atas kapal yang sangat goyang," lanjutnya.

Saat sampai di Makasar, ia menemui keluarganya yang berada di ... Baca halaman selanjutnya