Jelang Akhir Tahun, 50 Persen Paket Proyek di Pasbar Belum Dikerjakan

Kantor Dinas PUPR Pasaman Barat
Kantor Dinas PUPR Pasaman Barat (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT , KLIKPOSITIF -- Memasuki masa akhir anggaran tahun 2019, sejumlah paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) Sumatera Barat belum selesai dilelang.

"Ada sekitar 50 persen paket yang belum dikerjakan, ada yang baru telah selesai lelang dan ada yang masih dalam pelelangan," sebut Kepala Dinas PUPR Pasbar , Henny Ferniza kepada KLIKPOSITIF di ruang kerjanya, Senin (7/10).

baca juga: Diduga Hilang Kendali, Pedagang Jeruk Tewas Tabrak Truk Fuso Sedang Parkir di Pasbar

Ia optimis sisa paket proyek yang masih dalam tahap pelelangan akan selesai hingga waktu yang ditentukan. "Jika tidak terkejar pasti tidak akan dilakukan pelelangan, namun tergantung rekanan kan," ucapnya.

Semua pelelangan paket proyek di Dinas PPUR sudah tayang. Ia menjelaskan, pelelangan ini terjadi di akhir tahun karena tergantung dari perencanaan itu sendiri.

baca juga: Ambulans Berisi Jenazah Tabrakan dengan Ertiga di Sarik Pasbar

"Perencanaan baru siap, kalau perencanaan dilakukan ditahun sebelumnya tentu bisa dilakukan di awal tahun pekerjaan. Maka yang awal tahun direncanakan, maka diakhir tahun dilakukan awalnya," jelasnya.

Ia mengaku, dari Rp140miliar total anggaran yang ada di Dinas PUPR tidak akan terserap semua. "Tidak ada 100 persen penyerapan, di dunia tidak ada. Namun target kita penyerapan sekitar 85 persen dari total anggaran," akui Henny.

baca juga: Masyarakat di Air Haji Pasbar Tutup Jalan Masuk Menuju PT Agrowiratama, Ada Apa?

Ia menerangkan, ada sekitar 80 paket proyek yang telah ditayangkan untuk dilelang dan sekitar 50 persen sudah berjalan. "Namun dari 40 pekerjaan yang sudah dilelang dan berjalan ada penggabungan paket, saya tidak hapal sekarang," terangnya.

Namun untuk paket proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus dengan total anggaran sekitar Rp35miliar telah selesai semua dilakukan pelelangan dan saat ini sedang berjalan.

baca juga: Gelar Pilkada di Tengah COVID-19, KPU Pasbar Butuh Tambah Anggaran

Sedangkan untuk paket Penunjukan Langsung (PL) ada sekitar 140 paket proyek dan sudah banyak yang dikerjakan. "Yang belum berjalan dan dikerjakan, itu tergantung PPK," tuturnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Pasbar , Yudesri menegaskan, agar seluruh paket proyek yang ada untuk segera dilaksanakan dan tidak ditunda-tunda lagi, baik itu paket proyek yang berada di Dinas PUPR dan begitu juga di Dinas Perkim. Sebab kata dia, faktor cuaca diakhir tahun ini sering tidak mendukung dan ditambah waktu yang begitu singkat.

"Tapi jangan lupa, mutu tetap akan kita awasi, jika tidak sesuai dengan mutu kita tidak akan terima," tegas Yudesri.

Ia menjelaskan, jika nantinya terjadi penambahan waktu terhadap suatu pekerjaan proyek, pihaknya hanya memberikan terhadap pekerjaan yang dinilai sudah berada di angka 80 persen tahap pekerjaannya. Jika tidak, maka akan terjadi pemutusan kontrak.

Namun Yudesri Khawatir, jika itu terjadi terhadap pekerjaan fisik yang bersumber dari DAK. Karena jika pekerjaan yang bersumber dari DAK tidak sesuai pada waktu akhir yang sudah ditetapkan dalam kontrak, maka pihak pemerintah pusat tidak akan mau membayarkan, sehingga nantinya akan dibebankan ke Pemerintah Daerah setempat untuk menalangi pembayaran.

"Sedangkan dana daerah kita sendiri sudah sangat mengkhawatirkan," ungkapnya.

[Irfan Pasaribu]

Penulis: Iwan R