Pengerjaan Proyek di Pasbar Berjalan Lamban, Ini Komentar Wakil Ketua DPRD

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PASAMAN BARAT , KLIKPOSITIF -- Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat Daliyus K menilai proses lelang maupun Penunjukan Langsung (PL) sejumlah proyek lamban di Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) setempat.

Pasalnya, sejak APBD 2019 disahkan sejak November 2018 lalu ternyata masih banyak paket proyek lelang yang baru sekarang digulirkan.

baca juga: Diduga Hilang Kendali, Pedagang Jeruk Tewas Tabrak Truk Fuso Sedang Parkir di Pasbar

"Ini sudah lebih kurang sebelas bulan sejak anggaran 2019 disahkan dan sudah masuk anggaran perubahan, namun sejumlah proyek masih dalam proses pelelangan," kata Daliyus K kepada KLIKPOSITIF , Senin (7/10).

"Proses lelang terkesan lamban dan saya pun tidak tahu entah apa yang ditunggu mereka, begitu juga dengan proyek Penunjukan Langsung (PL) masih banyak yang belum dikerjakan," imbuhnya.

baca juga: Ambulans Berisi Jenazah Tabrakan dengan Ertiga di Sarik Pasbar

Lebih lanjut Daliyus memaparkan, untuk keterlambatan proses lelang pastinya akan berpengaruh besar selain serapan APBD juga terhadap proses pengerjaan hasil serta kualitas pekerjaan oleh rekanan.

Nanti saya akan bicarakan dengan komisi yang menangani agar meminta memanggil dan mempertanyakan hal tersebut kepada instansi terkait. "Bagaimana masyarakat merasakan sentuhan pembangunan, sedangkan yang sudah direncanakan saja belum juga dilaksanakan.

baca juga: Masyarakat di Air Haji Pasbar Tutup Jalan Masuk Menuju PT Agrowiratama, Ada Apa?

Hal ini tentunya akan berdampak pada semuanya. APBD 2019 sudah disahkan bulan November 2018 lalu. Harusnya dipertengahan tahun 2019 sudah selesai proses lelang, bukan menunggu sampai berakhirnya tahun ini.

Ini akan berdampak pada semuanya. Salah satunya adalah mutu pekerjaan itu sendiri. Dampak dari molornya proses lelang, tambah dia, akan mempengaruhi mutu pekerjaan itu sendiri.

baca juga: Gelar Pilkada di Tengah COVID-19, KPU Pasbar Butuh Tambah Anggaran

Selain diakibatkan karena waktu pekerjaan yang tergesa-gesa, harga material nantinya akan sangat mempengaruhi, sehingga rekanan pemenang lelang akan dirugikan.

"Kalau keadaannya seperti ini terus, bukan tidak mungkin paket-paket proyek akan dikerjakan asal asalan, sehingga akan berpengaruh pada mutu," tambahnya.

[Irfan Pasaribu]

Penulis: Iwan R