GPPU Indonesia: Peternakan Indonesia Mesti Berubah

"Di satu sisi era revolusi industri 4.0 iti merupakan sebuah keuntungan, namun di sisi lain juga menimbulkan kerugian. Salah satu kerugian yang mendasar adalah penggunaan tenaga manusia menjadi terminimalisir sehingga lapangan pekerjaan menjadi terbatas"

PADANG, KLIKPOSITIF - Era revolusi industri 4.0 yang sedang berlangsung sekarang, menghendaki dan menuntut semua pihak untuk berubah. Perubahan tersebut menjadi sebuah keniscayaan, jika tidak akan tergerus dan tertinggal.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Indonesia Ir. Achmad Dawami pada diskusi panel yang diselenggarakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Padang di At Convention Hall Unand, Selasa, 8 Oktober 2019.

Lebih lanjut Achmad Dawami menyampaikan bahwa era revolusi industri 4.0 ini ditandai pemanfaatan teknologi informasi sebagai penggerak utama. Penggunaan teknologi informasi dalam bisnis menjadikan pekerjaan lebih efisien dan pasar menjadi lebih terbuka.

"Di satu sisi era revolusi industri 4.0 itu merupakan sebuah keuntungan, namun di sisi lain juga menimbulkan kerugian. Salah satu kerugian yang mendasar adalah penggunaan tenaga manusia menjadi terminimalisir sehingga lapangan pekerjaan menjadi terbatas," katanya.

Kemudian lanjutnya, pasar yang terbuka menyebabkan persaingan menjadi lebih ketat, orang yang lemah dan tak mampu beradaptasi akan kalah karena kemajuan teknologi yang merupakan bagian dari era revolusi industri 4.0, apalagi pemanfaatan teknologi informasi ini dengan sendirinya juga memasuki dunia peternakan.

"Saat ini teknologi robotik, automatisasi dan artificial inteligent sudah mewarnai industri peternakan di Indonesia. Sekarang kita tidak perlu menduga-duga lagi tentang kondisi ternak yang sedang kita distribusikan," ujar Achmad Dawami.

Hal yang sama juga disampaikan Chairman Perkasa Grup Audy Joinaldy yang juga hadir sebagai pemateri lada diskusi panel. Kata dia, untuk mengawasi industri peternakan, saat ini sudah ada teknologi GPS dan CCTV. "Teknologi ini tentunya dapat memantau dengan jelas kondisi rillnya," kata Audy.

Menanggapi kondisi industri peternakan yang terjadi saat ini, Dekan Fakuktas Peternakan ... Baca halaman selanjutnya