Lintas Kementerian Bersatu Bangun Rumah dan Ruko-ruko Terbakar saat Kerusuhan Wamena

Rumah yang dibakar saat kerusuhan Wamena
Rumah yang dibakar saat kerusuhan Wamena (net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sekretaris Ikatan Keluarga Minang (IKM) Wamena Nofri Zendra menyampaikan, telah dilaksanakan pertemuan (Tatap Muka) antara Menkopolhukam, Mentri PUPR, Mentri Sosial, Mentri BUMN, Mentri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri dan Rombongan dengan Tokoh adat Wamena, Pemda Jayawijaya, Ketua- ketua Paguyuban dan tokoh agama di gedung Aithousa GKI, kemarin 8 Oktober 2019.

Pertemuan tersebut membahas tentang pemulihan pasca kerusuhan 23 September di Wamena. "Banyak yang dibahas,  salah satunya kerja sama lintas Kementerian untuk membangun rumah-rumah dan ruko-ruko yang terbakar," jelasnya.

baca juga: Pemerintah Perpanjang Masa Pelaksanaan Pekerjaan Venue PON XX

Dilanjutkannya, pada kesempatan itu Menkopolhukam Wiranto meminta
Polri dan TNI serta Pemerintah Papua menjamin keamanan di Wamena. Kemudian, Menteri Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan kepada para korban dan membangun kembali kantor untuk pelayanan listrik di Wamena.

"Menteri Kesehatan telah mengunjungi rumah sakit memastikan pelayanan kesehatan bagi korban dan Menteri BUMN telah meninjau kantor PLN dan akan segera dibangun kantor kembali," katanya menyampaikan arahan dari Menkopolhukam saat itu.

baca juga: PON XX Papua 2020 Ditunda Hingga Oktober 2021

Sementara itu, Kepala Suku besar Wamena yaitu Mukoko, Forum Komunikasi umat beragama oleh Pdt. Desmon dan perwakilan dari berbagai ikatan yg diwakili oleh ketua ikatan dari Sulawesi Selatan menyampaikan beberapa permintaan kepada pemerintah pusat.

Mengharapkan uluran tangan pusat dalam kembali membangun rumah dan ruko yg telah dirusak. Meminta kepada Panglima untuk memberikan ijin kepada pengelola Pesawat Hercules agar dioperasikan mengangkut bahan bangunan dari Jayapura untuk membangun kembali bangunan yang rusak.

baca juga: Komite II DPD RI Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan Pasukan Non-Organik di Papua

Meminta tenaga dari Pihak TNI ikut membangun kembali tempat usaha dan rumah yang dibakar. Meminta membangukan tempat tinggal sementara agar pengungsi tidak membebani pemerintah daerah dalam menjalani fungsinya yang lain.

Para tetua Wamena juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran pemerintah pusat di Wamena. Menyampaikan peristiwa 23 September sangat tiba tiba tanpa diketahui oleh tokoh adat atau kepala suku sehingga tak dapat mengarahkan agar tidak melakukan pembakaran dan tindakan kekerasan dan pembunuhan.

baca juga: 63 Tapol Papua Desak Kasusnya Dibawa ke Meja PBB

Pada kerusuhan banyak penduduk asli papua menyelamatkan para dosen dan juga warga yang mengungsi saat terjadi pembakaran. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir