Wawako Payakumbuh Serahkan Bantuan untuk Perantau Minang di Wamena Melalui Pemprov

"Bantuan itu berasal dari seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) Pemko Payakumbuh, organisasi masyarakat, perbankan, serta seluruh masyarakat di Kota Randang."
Wawako Payakumbuh, Erwin Yunaz menyerahkan bantuan untuk perantau Minang di Wamena kepada Wagub Sumbar, Nasrul Abit. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz menyerahkan bantuan untuk perantau Minang di Wamena melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Total bantuan yang diserahkan tersebut sebesar Rp150 juta.

Erwin Yunaz menyebut, jumlah bantuan yang terkumpul itu mulai digalang sejak awal Oktober di Kota Payakumbuh. Bantuan itu berasal dari seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) Pemko Payakumbuh, organisasi masyarakat, perbankan, serta seluruh masyarakat di Kota Randang.

"Bantuan kita serahkan ke pemprov dan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di kantor gubernur, Rabu (9/10)," kata Erwin Yunaz, Rabu (9/10).

Dia berharap, bantuan yang sudah terkumpul itu bisa segera disalurkan untuk meringankan beban para perantau Minang di Wamena.

"Semoga bantuan yang kita serahkan kepada Pemprov Sumbar ini bisa segera disaluran dan perantau Minang yang ada di Papua bisa segera berkumpul dengan keluarga di kampung halaman," lanjutnya.

Wawako menyebut, semoga kerusuhan yang terjadi di Wamena cepat mereda dan rasa nyaman itu dapat dirasakan kembali oleh seluruh perantau Minang dan warga Indonesia lain yang tinggal di situ.

Di saat bersamaan dengan penyerahan bantuan dari Pemko Payakumbuh, daerah lain yang juga ikut menyerahkan bantuan untuk perantau Minang di Wamena adalah Kota Solok dan Kabupaten Tanah Datar.

Dari apa yang disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Erwin Yunaz menyebut, bahwa total bantuan yang sudah diterima Pemprov Sumbar dari berbagai daerah di Sumbar sudah mencapai Rp5 miliar.

"Kita doakan semoga kejadian seperti yang kemarin-kemarin itu tidak terulang lagi ke depan. Dan Wamena bisa kembali aman dan damai untuk warga pendatang ataupun warga asli Wamena," jelas Erwin Yunaz kemudian. (*)