Simak Debat Panas Arteria Dahlan dan Emil Salim di Mata Najwa

"Berapa ongkos yang bung keluarkan? Dari mana bung dapat uangnya?"
Mata Najwa (dok. Trans 7)

KLIKPOSITIF -- Debat panas terjadi di paggung Mata Najwa "Ragu-ragu Perpu" yang tayang Rabu (9/10). Debat tersebut melibatkan politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan dan ekonom Emil Salim.

Emil Salim mulanya menyoroti pemilihan wakil rakyat di Indonesia dalam pemilihan umum yang memiliki jurang kredibilitas.

Menurut Emil Salim, seorang wakil rakyat mungkin bangga ketika dirinya terpilih dalam pemilihan umum. Tapi, ada keraguan. Apakah cara memilihnya tersebut bebas dari praktik korupsi?

"Jadi yang menjadi persoalan adalah ada credibility gap. Bung bilang, 'saya dipilih.' Yang menjadi persoalannya adalah apakah cara memilihnya bebas dari korupsi?" tanya Emil kepada politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Arteria Dahlan pun menjawab singkat, "Ya iyalah."

Kemudian, Emil Salim pun hendak menyontohkan adanya laporan buku tentang demokrasi kepada Arteria Dahlan. "Ada buku bung..." ujar Emil Salim.

Namun, belum selesai dia bicara, Arteria memotong. Dia meminta Emil Salim tidak mempertanyakan ihwal korupsi dalam pemilihannya. Dia meyakini pemilihannya bebas korupsi.

"...eh prof jangan tanya saya terpilih bebas korupsi atau tidak, saya yakin," ujar Arteria Dahlan sambil menunjuk-nunjuk Emil Salim.

Gemas dipotong, Emil Salim meminta kesempatan untuk berbicara kepada Arteria Dahlan. "Tunggu dulu, ada laporan democracy for sale..." ujar Emil Salim.

Lagi-lagi, Emil Salim dipotong oleh Arteria Dahlan. Dia mengungkit momen ketika Emil Salim menjadi menteri yang dinilainya bisa terpilih karena proses politik di DPR.

"Anda bisa menjadi menteri karena proses politik di DPR pak. Jangan salah," ujar Arteria Dahlan dengan nada tinggi kepada Emil Salim.

Emil Salim pun geragapan karena tidak diberikan kesempatan berbicara. "Tunggu dulu, Democracy for sale..." kata Emil Salim yang kembali dipotong Arteria Dahlan.

"Kasih contoh ke generasi muda kita pak, ... Baca halaman selanjutnya