Debat Panas Arteria & Emil Salim, Andre Rosiade: Orang Minang Tetap Bersaudara

Andre Rosiade saat berkunjung ke Papua.
Andre Rosiade saat berkunjung ke Papua. (Ist)

KLIKPOSITIF -- Anggota DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade turut mengomentari debat panas antara Arteria dan Emil Salim di panggung Mata Najwa "Ragu-ragu Perpu."

Menurut Andre, baik Arteria maupun Emil merupakan orang Minang. Untuk itu, Andre selalu Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang akan berusaha menjaga keduanya tetap berhubungan baik sebagai sesama anak Minang.

“Untuk itu insyaallah saya sebagai ketua harian DPP IKM Ikatan Keluarga Minang akan mencoba mengajak Arteria bersilaturahim dengan Prof Emil Salim. Intinya orang Minang ini artinya dunsanak atau bersaudara. Jadi boleh kita berbeda pandangan, berbeda pilihan tapi tentu kebersamaan kita dalam ranah dunsanak atau persaudaraan harus tetap kita jaga,” kata Andre saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga

Andre sendiri tak memungkiri sikap Arteria terhadap Emil saat berdebat di program Mata Najwa ikut mendapat sorotan, khususnya di sekitar keluarga dan orang-orang Minang. Banyak dari mereka yang menyatakan kecewa atas sikap Arteria kepada Emil.

BACA JUGA: Simak Debat Panas Arteria Dahlan dan Emil Salim di Mata Najwa

Emil sendiri, kata Andre merupakan tokoh Minang yang dikagumi dan dihormati sebagai senior atau ninik mamak. Kendati begitu ia juga memahami karakter Arteria yang kadang kala bersemangat hingga meledak-ledak dalam menyatakan pendapatnya.

“Memang di berbagai perdebatan grup WhatsApp Minang dan cuitan-cuitan orang Minang banyak yang kecewa sama Arteria yang mungkin sikapnya diangap kurang sopan kepada Prof Emil Salim. Saya memahami karakter Arteria yang selama ini memang kita tahu suka meledak-ledak tapi sebenarnya orangnya baik gitu kan,” kata Andre.

Sebelumnya, Arteria Dahlan mendapat sorotan usai sikapnya di acara Mata Najwa yang dinilai tak sopan.

Arteria yang terlibat perdebatan dengan Emil Salim, sampai harus menunjuk-nunjuk hingga mengutarakan kata sesat yang ditujukan kepada ekonom tersebut. Terkait sikapnya itu, Arteria memberi penjelasan.

Ia berujar bahwa apa yang menjadi sikapnya dalam acara yang membahas Perppu KKP tersebut, dirinya masih dalam keadaan sadar dan tidak emosi. Adapun, lanjut Arteria, ia menilai pernyataan Emil sudah di luar kapasitasnya.

“Tidak emosi. Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau,” kata Arteria kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

“Awalnya kan saya sangat sopan tapi ini kan sudah di design, Prof Emil yang notabene tidak berlatar belakang hukum dan beliau tidak memahami dengan benar materi muatan yang ada di Revisi UU KPK tiba-tiba berpendapat banyak kelirunya,” sambungnya.

sumber: suara.com

Penulis: Pundi F Akbar | Editor: -