Wagub Sumbar: Ada Berita Alhamdulillah, Ngak Ada Alhamdulillah Juga

"Saya ada berita Alhamdulillah, ngak ada alhamdulillah juga, tapi hari ini sudah empat kali wawancara karena gubernur ada kegiatan lain"
Rapat koordinasi humas provinsi dan kabupaten/kota di ruang rapat kantor gubernur, Kamis 10 Oktober 2019 (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, humas harus bisa menjaga ritme berita kepala daerah antara gubernur dengan wakilnya,  kemudian antara bupati walikota dan wakilnya.

Hal itu disampaikannya saat saat membuka rapat koordinasi humas provinsi dan kabupaten/kota di ruang rapat kantor gubernur, Kamis 10 Oktober 2019.

"Humas harus menjaga itu, jangan banyak pula wakil dimuat di media dari pada kepala daerah. Jangan sampai tidak baik pula hubungan kepala daerah karena ini," ujarnya.

Dia mengaku, selalu minta fotonya dibelakang gubernur atau kecil dari gubernur saat dimuat di media.

"Saya ada berita Alhamdulillah, ngak ada alhamdulillah juga, tapi hari ini sudah empat kali wawancara karena gubernur ada kegiatan lain. Artinya jangan gara-gara ini membuat hubungan kepala daerah dan wakil retak," ungkapnya.

Nasrul Abit mengaku selalu minta persetujuan gubernur dalam memberikan pernyataan jika itu menyangkut kebijakan. Karena dia paham wakil tidak berwenang dalam kebijakan tanpa izin gubernur.

Dia menekankan, humas harus bisa menjaga stabilitas informasi dan berani mengatakan salah itu salah dan benar itu benar kepada pimpinan. Jangan hanya pencitraan sementara kepala daerah tidak bekerja.

"Jangan pencitraan terus, angkat beras, angkat mayat serahkan ke Pol PP saja," katanya.

Selain itu humas harus bisa mengakomodir media dan bekerja sama sesuatu dengan kapasitas media masing-masing. "Sekarang banyak media tentu tidak mungkin diperlakukan sama, ini juga kerja humas," sebutnya.

Apalagi, pada era industri 4.0 ini, humas mesti berubah dan berbenah mengikuti perkembangan teknologi, jangan hanya mengandalkan komunikasi konvesional saja tetapi harus dapat memanfaatkan sarana komunikasi baru.

"Sekarang serba cepat karena teknologi. Dalam sedetik berita akan muncul. Maka disini peranan humas mengantisipasi munculnya berita yang tidak benar untuk ... Baca halaman selanjutnya