MKKS SMP Serahkan Bantuan Untuk Korban Kerusuhan Wamena

"Bantuan MKKS SMP sekitar Rp31 juta lebih untuk korban kerusuhan Wamena "
Wagub Nasrul Abit saat berfoto bersama perwakilan MKKS SMP Provinsi Sumbar, Kamis (10/10) usai penyerahan bantuan donasi untuk korban kerusuhan Wamena (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Bantuan untuk korban kerusuhan di Wamena, Papua terus menggalir ke kas "Sumbar Peduli Sesama". Kali ini bantuan dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Provinsi Sumbar, selain mengantarkan sumbangan. Tetapi, juga berdiskusi dengan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Kamis (10/10) di ruang rapat kantor gubernur.

"Jadi kedatangan MKKS SMP Sumbar ini memberikan bantuan untuk korban kerusuhan di Wamena. Kemudian kami juga berdiskusi terkait pendidikan," ujar Wakil Gubernur, Nasrul Abit.

Disebutkan Nasrul, dengan sumbangan yang diberikan MKKS ini, menambah kas bantuan untuk korban kerusuhan Wamena sehingga ini dapat meringankan beban mereka.

"Kita sangat apresiasi kepedulian warga Sumbar terhadap saudara kita di Wamena, bantuan MKKS SMP tadi sekitar Rp31 juta lebih. Ini baru tahap pertama yang diserahkan, karena saat ini mereka masih ada mengumpulkan sumbangan," katanya.

Lebih lanjut kata Wagub, nanti sumbangan yang sudah terkumpulkan ke dalam rekening "Sumbar Peduli Sesama" selain untuk kepulangan korban kerusuhan Wamena, tetapi nanti akan digunakan untuk modal bagi mereka.

"Nanti lebih lanjut akan dibicarakan dengan gubernur. Kita minta arahan beliau, Apakah nanti akan dipergunakan membantu modal bagi korban kerusuhan Wamena untuk usahanya kembali atau untuk keperluan lainnya bagi mereka," ungkapnya.

Sementara itu tambah Wagub, untuk pelajar kerusuhan Wamena yang saat ini berada di Sumbar terdata sebanyak 159 anak usia sekolah. Namun, pihaknya akan kembali mendata usia sekolah itu rincian berapda yang TK, SD, SMP dan SMA.

"Kita akan data kembali, sehingga nanti mereka yang SD bisa masuk SD, begitupun tingkatan lainnya. Dan, kita telah berkoordinasi dengan kabupaten dan kota. Nanti kemungkinan Senin besok mereka udah bisa melanjutkan pendidikannya," pungkasnya. (*)