Angka Kemiskinan Keempat Tertinggi di Sumbar, Pemkab Pessel Susun Program Penanggulangan

"Ke depan kita akan melakukan intervensi (campur tangan) dari berbagai program. Salah satunya dengan cara mengadopsi sistem di sektor lain"
Kepala Bappeda Litbang Pesisir Selatan Yozki Wandri (Kiki Julnasri/Klikpositif)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Berdasarkan data Badan Pusat Statitsik (BPS) Pesisir Selatan, angka kemiskinan di daerah itu pada tahun 2018 mencapai 7,59 persen dengan jumlah penduduk miskin 34.924 jiwa. Untuk menekan angka itu, Pemkab Pessel menyusun Program Penanggulangan Kemiskinan.

Bappeda Litbang Pesisir Selatan, mengakui angka kemiskinan masih tinggi. Kepala Bappeda Litbang Pesisir Selatan Yozki Wandri mengungkapkan, salah satu rencana yang telah disusun diantaranya dengan cara intervensi (campur tangan) dalam berbagai program pengentasan kemiskinan.

"Kedepan kita akan melakukan intervensi di berbagai program. Salah satunya dengan cara mengadopsi sistem di sektor lain," ungkapnya.

Sama dengan data BPS, menurutnya faktor pemicu angka kemiskinan daerah itu karena masih banyaknya masyarakat bergantung pada usaha sektor primer. Sedangkan, usaha sektor primer sendiri terus mengalami penurunan.

Ia menjelaskan, untuk melakukan penataan ini, perlu langkah strategis dan tidak lagi berbicara secara sektoral. Tetapi, bagaimana dilakukan seoptimal mungkin untuk program yang lebih tepat sasaran.

"Jadi kita harus pakai DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Dan ini nanti kita harapkan setiap instansi yang ada program penanggulangan kemiskinan melek ke sini," jelasnya.

Berdasarkan data BPS Pesisir Selatan, angka kemiskinan pada tahun 2018 tercatat mencapai 7,59 persen, dengan jumlah penduduk miskin 34.924 jiwa dan sedikit turun 0,20 persen dibandingkan tahun 2017 mencapai 7,79 persen.

Sebagian besar penduduk miskin yang tercatat dalam angka tersebut adalalah mereka yang tinggal di pedesaan dengan profesi sebagai buru tani, buru perkebunan dan nelayan kecil.

Kiki Julnasri