Soal Pertemuan Jokowi-Prabowo, Pengamat Politik Sebut Rakyat Siap-Siap Kecewa

"Menurut Aaron pertemuan Jokowi-prabowo memperlihatkan maksud keduanya secara terang-terangan."
Prabowo dan Jokowi (Setpres)

KLIKPOSITIF- Aaron Connelly, peneliti dari lembaga kajian internasional Australia Lowy Institute mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto disebut sebagai pertanda awal kekecewaan rakyat Indonesia.

Melalui cuitannya di Twitter dia mengomentari cuitan akun resmi @jokowi ketika sang presiden berswafoto di Istana dengan Prabowo, yang sudah dua kali menjadi lawannya dalam pilpres yakni pada 2014 dan 2019. Aaron Connelly mengungkapkan interpretasi dari pertemuan Jokowi dan Prabowo, yang menurutnya memperlihatkan maksud keduanya secara terang-terangan.

Selain itu, dia juga mengingatkan warganet bahwa di Kalimantan Timur, provinsi tempat ibu kota baru, keluarga Prabowo memiliki tanah. 

"That's as explicit a quid pro quo as we are likely to see. Jokowi and Prabowo discussed moving the capital to East Kalimantan [read: where Prabowo's family owns land] and Prabowo's party joining the governing coalition," tulis @ConnellyAL.

Dia jugamemperingatkan masyarakat untuk siap-siap kecewa, jika sebelumnya mereka berharap Jokowi menanggapi tuntutan demo mahasiswa belakangan ini. 

Jokowi melakukan pertemuan selama sekitar satu jam dengan Prabowo di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Pertemuan tersebut berlangsung tertutup untuk awak media.

Usai pertemuan, Jokowi mengatakan banyak hal yang dibahas bersama Prabowo, antara lain tentang ekonomi negara, rencana pemindahan ibu kota, dan kemungkinan Partai Gerindra berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi di periode kedua.