Pemkab Agam Ajak Masyarakat Kandangkan Hewan Ternak 6 November

Pebalap melewati kelok 44
Pebalap melewati kelok 44 (KLIKPOSITIF)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Kabupaten Agam akan menjadi lokasi finish etape 5 Tour de Singkarak (TdS) 2019 pada 6 November 2019. Untuk mensukseskan event bertaraf internasional itu, Pemkab Agam mengajak masyarakat ikut berperan.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda Agam Yosefriawan mengatakan, peran masyarakat seperti tidak membiarkan ternak berkeliaran di dekata jalur yang dilalui pebalap dan membersihkan material di pinggir jalan.

baca juga: Bersilaturrahmi ke Lezatta, Andri Warman dan Irwan Fikri Bahas Potensi Wisata Agam

"Mari kita bersama sukseskan event ini. Agar tidak terjadi insiden bagi para pebalap, Pemkab Agam meminta kepada warga untuk mengandangkan sementara hewan ternaknya sebelum para pebalap melintasi jalan," kata Yosefriawan.

Imbauan ini kata Yosefriawan juga dinformasikan melalui surat edaran. Para camat juga diminta mensosialisasikannya kepada masyarakat.

baca juga: Disparpora Agam: Kami Belum Buka Objek Wisata

Selain itu, pihaknya juga menyiagakan personil Satpol PP Damkar, Dinas Perhubungan dan Polres Agam di sepanjang jalan tersebut.

Ia menyebutkan, hal itu penting dilakukan mengingat sudah ada insiden tahun 2018 para pebalap TdS terjatuh akibat hewan ternak.

baca juga: Jalan Alternatif Padang-Bukittinggi Via Malalak Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

"Kita tidak menginginkan ada kecelakaan akibat hewan ternak yang mengakibatkan akan merusak nama baik daerah di mata internasional," jelas Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam ini.

Yosefriawan menyebut, daerah yang rawan berkeliaran hewan ternak yaitu kawasan Muaro Mati Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara dan di tikungan SMPN 1 Tanjung Mutiara.

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19 kepada Pemkab Agam

Sementara itu, Camat Tanjung Mutiara Yogi Astarian, menjelaskan hewan ternak berkeliaran di Tiku merupakan persoalan yang kerap terjadi tiap tahun.

Ia menerangkan bahwa TdS tahun 2018, segerombolan sapi keluar dan berkeliaran di tepi jalan. "Jadi untuk tahun ini kita harapkan hal itu tidak terjadi lagi," ujarnya.

Pihaknya sudah menggandeng pemerintah nagari untuk segera membentuk Peraturan Nagari (Pernag) dan berharap Perna itu selesai dalam waktu dekat.

Penulis: Rezka Delpiera