Kabut Asap Kembali Terpantau di Solok Selatan

"Analisis citra satelit Himawari oleh BMKG pada 14 Okt 2019 pukul 11.00 menunjukkan adanya sebaran asap yang mulai masuk ke wilayah tenggara Sumbar"
Kabut asap kembali Selimuti Solsel, Lokasi foto Sekitar Kantor Bupati Solok Selatan Senin, 14/10 (KLIKPOSITIF/ Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF -- Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) sejak dua hari terakhir warga berharap kembali dibagikan masker.

"Sudah dua hari ini asap cukup tebal , semoga pihak terkait kembali membagikan masker", Kata Ayu (36) salah seorang warga di Sangir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bidang Stasiun global Atmosfer Watch (Stasiun Pemantau Kwalitas Udara) Wan Dayantolis melalui release membenarkan Asap Kembali Terpantau Masuk Wilayah Sumbar. Serta menyarankan Waspada terjadinya Penurunan Kualitas Udara.

"Analisis citra satelit Himawari oleh BMKG pada 14 Okt 2019 pukul 11.00 menunjukkan adanya sebaran asap yang mulai masuk ke wilayah tenggara Sumbar", Kata Wan Dayantolis Senin 14/10.

Sebaran asap sendiri imbuhnya terpantau meluas dari wilayah Riau, Jambi dan Sumsel. Hal ini sejalan dengan masih adanya hotspot yang terpantau pada daerah tersebut.

"Berdasarkan pengukuran *PM10* di GAW Kototabang dalam tiga hari terakhir menunjukkan angka pada level menengah yang umumnya terjadi mulai siang hingga sore hari. Level ini masih berada *di bawah baku mutu* PM10 yaitu 150 ug/m3" sebutnya.

Adapun parameter Aerosol Optical Depth (AOD) Katanya. masih berada pada nilai <1, yang berarti kondisi udara secara umum *belum* terkontaminasi partikulat padat seperti debu dan partikel asap kebakaran.

Ia melanjutkan Berdasarkan prediksi model terdapat potensi penurunan kualitas udara ke level sedang. Dampak yang umum terasa adalah penurunan jarak Pandang.

"Keberadaan PM10 dengan konsentrasi pada level sedang biasanya memberi dampak kurang baik pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia serta kelompok yang memang memiliki riwayat gangguan saluran pernafasan. Pada kelompok tersebut kiranya dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan", Jelasnya. (Kaka)