Gas Elpiji 3 Kilogram Langka, Wagub Sumbar: Ada Indikasi Permainan Rumah Makan

"Ada indikasi rumah makan menyuruh pegawainya membeli gas elpiji 3 kilogram, kemudian digunakan untuk keperluan rumah makan"
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menegaskan, ada peran rumah makan dalam kerangkaan gas elpiji 3 kilogram di Sumbar beberapa minggu terakhir.

"Ada indikasi rumah makan menyuruh pegawainya membeli gas elpiji 3 kilogram, kemudian digunakan untuk keperluan rumah makan," ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin, 14 Oktober 2019.

Untuk itu, Wagub langsung menelepon kepala Biro Perekonomian Irsyad dan Kepala Dinas Perdagangan Sumbar untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Segera selesaikan, koordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait," ujarnya saat dalam sambungan telepon.

Tegas, Nasrul Abit meminta kedua dinas tersebut untuk menindak pihak-pihak yang bermain sehingga terjadi kerangkaan.

"Saya himbau juga kepada rumah makan besar jangan rampas hak masyarakat miskin dengan menyuruh pegawainya untuk beli gas elpiji 3 kilogram kemudian digunakan untuk rumah makan," tegasnya.

Di pangkalan, lanjutnya, pegawai tersebut tentu bisa membeli, karena orang pangkalan menyangka itu untuk masyarakat miskin.

"Saya minta segera dibereskan. Nanti saya sidak kocar kacir," tukasnya. (*)