Dianggarkan Rp17 Miliar, Pilkada 2020 Kabupaten Solok Terancam Gagal?

"Kita sudah balas surat dari pemerintah daerah kabupaten Solok, intinya, dengan anggaran sebesar Rp17 miliar, KPU Kabupaten Solok tidak berani menyelenggarakan Pilkada 2020 nanti. Suratnya kita tembuskan ke KPU Provinsi Sumatera Barat, KPU RI dan Kementerian Dalam Negeri"
Komisioner KPU Kabupaten Solok, Defil. (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Persoalan pendanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Solok 2020 antara pemerintah daerah dan KPU belum menemui kata sepakat soal besar anggaran.

Menurut Komisioner KPU Kabupaten Solok bidang teknis, Defil, pemerintah daerah hanya menyanggupi anggaran untuk Pilkada tahun 2020 sebesar Rp17 miliar. Sementara kebutuhannya lebih besar.

"Awalnya kita ajukan anggaran lebih kurang Rp34 miliar, namun pemerintah daerah menolak dan meminta untuk kembali merasionalisasikan," sebut Defil, Senin (14/10).

Pihak KPU akhirnya terpaksa memakai standar minimal anggaran pembiayaan yang bakal digunakan untuk proses Pilkada, dari hasil rasionalisasi dengan standar minimal tersebut KPU mengajukan anggaran sebesar Rp27 miliar.

Namun, besaran anggaran yang diajukan pihak KPU tetap tidak disanggupi oleh pemerintah daerah. Pemkab. Solok bersikukuh hanya menyanggupi anggaran Pilkada sebesar Rp17 miliar.

"Kesanggupan pemerintah daerah dengan besaran anggaran Rp17 miliar itu disampaikan pemda melalui surat nomor 970 tertanggal 1 Oktober 2019," terang Defil.

Jika dipaksakan dengan anggaran sebesar Rp17 miliar tersebut, Pilkada kabupaten Solok berpotensi putus ditengah jalan. Bahkan juga terancam cacat hukum, Sebab, akan banyak tahapan wajib Pilkada yang tidak bisa dilaksanakan.

Menurut Defil, sikap pemerintah daerah seolah mengisyaratkan ketidakpedulian dengan pelaksanaan Pilkada, padahal Pilkada merupakan hal yang penting untuk memilih pemimpin yang berkualitas kedepannya.

Selain itu, pihak KPU diminta untuk melakukan rasionalisasi anggaran yang butuh energi besar, namun sebelum hasilnya disampaikan, pemerintah sudah melayangkan surat bahwa hanya menyanggupi sebesar Rp17 miliar.

"Kita sudah balas surat dari pemerintah daerah kabupaten Solok, intinya, dengan anggaran sebesar Rp17 miliar, KPU Kabupaten Solok tidak berani menyelenggarakan Pilkada 2020 nanti. Suratnya kita ... Baca halaman selanjutnya