Premium di SPBU Langka, Pertamina Imbau Gunakan Bahan Bakar Non Subsidi

"Masyarakat yang menggunakan kendaraan mewah diimbau tidak menggunakan bahan bakar premium"
Ilustrasi (Dokumen klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Antrean di beberapa Sentra Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kota Padang masih terpantau ramai dan panjang.

Salah satu SPBU yang antreannya cukup panjang dalam pantauan klikpositif.com pada Senin 14 Oktober 2019 adalah SPBU 14.252.582 yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Pegawas SPBU tersebut Dafid Rian mengatakan antrean itu disebabkan karena selang untuk premium hanya ada satu..

Hal lainnya yang membuat antrian semakin panjang menurutnya karena banyaknya pengurangan kuota premium di beberapa SPBU yang ada di Kota Padang.

"Mungkin karena bahan bakar jenis premium di tempat lain habis, jadi pengendara selalu ke sini karena kami di sini jarang sekali kehabisan premium," lanjutnya.

Ia mengatakan, pihaknya membatasi pembeli untuk bahan bakar jenis presmium sebanyak Rp300 ribu saja dan tidak boleh lebih dari itu.

"Kalau kami di sini selalu mendapatkan bahan bakar jenis premium sebanyak 16 ribu liter per hari. biasanya kami mendapatkan setiap hari, tapi sekarang dikurangi satu hari dalam sepekan," lanjutnya.

Meskipun begitu, distribusi bahan bakar jenis premium menurutnya lancar dan tidak pernah terganggu untuk di SPBU tempatnya bekerja.

Sementara itu, PT Pertambangan Minyak Nasional (Pertamina) Persero mengimbau masyarakat yang menggunakan kendaraan mewah agar tidak menggunakan bahan bakar premium.

Ia mengatakan bahwa banyaknya antrean premium di SPBU yang ada di Kota Padang karena banyaknya pemilik kendaraan pribadi yang juga menggunakan bahan bakar premium.

"Awalnya bahan bakar jenis premium ini kan disubsidi oleh Negara, tetapi sejak adanya aturan baru, sudah tidak disubsidi lagi oleh pemerintah. Melainkan oleh Pertamina sendiri," ujar Kepala Bagian Humas PT Pertamina Persero perwakilan Sumatera Bagian Tengah, Rudi Harkindo.

Ia mengatakan bahwa peruntukan bahan bakar bersubsidi tersebut hanya ... Baca halaman selanjutnya