Dua Tahun Terakhir, Kasus Bayi Meninggal di Pessel Meningkat

"terjadinya angka kematian bayi baru lahir tersebut dipicu karena beberapa faktor."
Ilustrasi (Net)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pesisir Selatan angka kasus bayi baru lahir meninggal dunia meningkat pada 2018. Angka tersebut naik mencapai 14 kejadian dari 2017 yang hanya 52 kasus.

BPS mencatat pada 2018 terjadi sebanyak 66 kasus dan pada 2017 sebanyak 52. Sedangkan data Dinkes Pessel hingga Agustsus 2019 terjadi 40 kasus.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinkes Pessel, Dewita mengungkapkan, terjadinya angka kematian bayi baru lahir tersebut dipicu karena beberapa faktor. "Selain terlambat dirujuk juga dipicu faktor usia ibu yang tertalu muda atau terlalu tua saat hamil," katanya, Selasa (15/10).

Selain itu lanjutnya, juga karena terlalu dekatnya jarak kelahiran, serta faktor banyak anak termasuk salah satu penyebabnya. "Kasus ini ada juga karena kandungan yang tidak sehat," ujarnya.

Selain kasus kematian bayi tersebut, sebelumnya diberitakan didaerah itu juga terjadi peningkatan kasus gizi buruk, dimana sejak 2017 angka gizi buruk tercatat 20 kasus. Kemudian naik menjadi 25 pada 2018. Sedangkan bayi lahir dengan berat rendah tercatat 21 orang pada 2017 dan 2018.

Ia menjelaskan, untuk menimalisir hal tersebut, saat ini pihak terus melakukan langkah pencegahan. Tetapi, kendati demikian tidak juga terlepas dari dukungan banyak pihak.

"Kader ada, tapi belum maksimal. Nah kalau kami berharap dari nagari juga ikut serta di sini," terangnya.

Selain persoalan bayi meninggal, persoalan ibu hamil sendiri juga menjadi perhatian Dinkes. Sebab, sejauh ini banyak kasus yang berisiko tinggi terhadap ibu saat melahirkan.

Persoalan pertamanya adalah seperti, pendarahan serta pengetahuan dalam menjaga kesehatan saat menjalani kehamilan.

"Makanya kami imbau ibu hamil rajin periksa kehamilan. Jika ada keluhan segera hubungi tenaga keaehatan," ujarnya. (Kiki Julnasri)