5.353 Petani Sumut dan Sumbar Asuransikan Padinya lewat Program AUTP

"Meski jumlah AUTP terus meningkat di Sumbagut, tetapi masih butuh dimaksimalkan karena masih berjalan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Sebanyak 5.353 petani di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) sudah mengasuransikan tanaman padinya lewat Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Sekitar 4.043 hektare tanaman padi sudah diikutsertakan dalam program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) ini.

"Jumlah preminya Rp 727,867 juta hingga triwulan II 2019," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera bagian utara (Sumbagut), Yusup Ansori di Medan, Sumut, Senin (14/10/2019).

Menurut dia, dari 5.353 petani itu, yang terbanyak mengasuransikan adalah petani Sumbar, yaitu 4.069 orang dengan luas areal mencapai 3.188 hektare, dan premi Rp 573,865 juta.

Di Sumut, jumlah petani yang sudah mengasuransikan tanaman padinya sebanyak 1.284 orang dengan luas lahan 855,57 hektare, dan premi yang dibayarkan sejumlah Rp 154,002 juta.

"Meski jumlah AUTP terus meningkat di Sumbagut, tetapi masih butuh dimaksimalkan karena masih berjalan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat," ujarnya.

Yusup menjelaskan, usaha di sektor pertanian, khususnya padi, rentan risiko. Ketidakpastiannya cukup tinggi, mulai dari kegagalan panen yang disebabkan banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit/ Organisme Pengganggu Tumbuhan atau OPT.

"Dengan mengasuransikan tanaman padi, maka ancaman kerugian petani bisa ditanggung asuransi," ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi, Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, pemerintah kabupaten/kota harus pro aktif menjalankan Program AUTP. Apalagi beras adalah bahan makanan pokok, sehingga harus mendapat perhatian ekstra.

"Asuransi Usaha Tanaman Padi akan mensejahterakan petani dan melindungi pemerintah daerah masing-masing dari ancaman gangguan ketersediaan padi atau beras di pasar yang bisa menimbulkan inflasi," katanya.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, saat ini adalah momen tepat ... Baca halaman selanjutnya