Kabut Asap Kembali Pekat, Empat Daerah di Sumbar Terpapar Cukup Parah

"Wilayah yang terpapar cukup parah yakni wilayah Selatan yang mencakup Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, dan Kota Bukittinggi. Untuk jarak pandang di daerah ini bekisar hingga 5 Km"
Kabut asap selimuti wilayah Bukittinggi beberapa waktu lalu (KLIKPOSITIF/)

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG/GAW) Bukit Koto Tabang Wan Dayantolis menyebut Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Dharmasraya menjadi daerah terparah terpapar kabut asap. Hal ini berdasarkan analisis citra satelit Himawari pada Selasa, 15 Oktober 2019 yang menunjukkan adanya kabut asap yang menyebar secara merata di wilayah Sumatera Barat.

"Wilayah yang terpapar cukup parah yakni wilayah Selatan yang mencakup Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Limapuluh Kota, Kota Payakumbuh, dan Kota Bukittinggi. Untuk jarak pandang di daerah ini bekisar hingga 5 Km. Sementara untuk wilayah utara seperti Kabupaten Pasaman, udara masih terpantau bersih dengan jarak pandang hingga 10 Km," katanya saat dihubungi, Rabu, 16 Oktober 2019.

Ia mengatakan sebaran kabut asap ini berasal dari tiga provinsi tetangga, yakni Provinsi Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. "Paparan asap yang cukup parah berasal dari Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini karena pergerakan angin yang konsisten ke arah Selatan sehingga daerah terparah kabut asap saat ini masuk ke wilayah Selatan, yakni Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Dharmasraya," tuturnya.

Saat ini, tuturnya jumlah titik panas di Kepulauan Sumatera berjumlah 363. Titik panas terbanyak saat ini berada di Sumatera Selatan dengan jumlah lebih dari 200 pada pukul 10.00 Wib hari ini. "Untuk wilayah Jambi juga terpantau lebih dari 200 titik. Untuk Provinsi Riau terpantau 50 titik, dan wilayah Sumbar terpantau tiga titik," jelasnya.

Untuk Sumbar sendiri, titik panas terpantau di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Dharmasraya. "Satu titik api di Pesisir Selatan dan dua titik api di Kabupaten Dharmasraya," paparnya. (*)