KPU Sumbar: Oktober Mestinya Masuk Tahapan Sosialisasi

"Padahal, sesuai tahapan 1 Oktober 2019 ini sudah masuk tahapan sosialisasi dari Pilkada 2020"
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Anggaran Pilkada 2020 yang diajukan KPU Sumbar hingga hari ini belum ditetapkan. Hal ini juga terjadi tiga kabupaten kota lainnya seperti Solok Selatan, Kabupaten Solok dan Kota Solok.

Padahal, sesuai tahapan 1 Oktober 2019 ini sudah masuk tahapan sosialisasi dari Pilkada 2020.

"Mestinya 1 Oktober kan sudah dimulai tahapan, salah satunya tahapan sosialisasi. Anggaran sudah kami ajukan, namun belum disetujui Pemda," ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) Amnasmen, Rabu, 16 Oktober 2019.

Disampaikannya, belum ditetapkannya anggaran berpotensi mengganggu tahap. Padahal instruksi Mendagri dari hasil Rapat Koordinasi pemerintah daerah dengan KPU provinsi dan kabupaten kota, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sudah harus tuntas tanggal 14 Oktober 2019.

Dia berharap Pemda segera menandatangi, mengingat tanggal 26 Oktober 2019 seluruh KPU kabupaten kota dan provinsi sudah harus menetapkan jumlah dukungan perorangan dan mengumumkan pada masyarakat.

"Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pemprov. Hari ini saya juga menemui pemda kota solok mempertanyakan kenapa anggaran pilkada belum pernah dibahas sama sekali," sambung Amnasmen.

Diketahui, KPU mengajukan anggaran pilkada 2020 lebih kurang Rp123 miliar. Anggaran tersebut belum termasuk untuk panitia adhock yang prosesnya juga baru selesai di Departemen Keuangan, dengan total anggaran yang diajukan Rp37 miliar, ditambah dengan honor PPK, PPS dan PPK yang tidak melaksanakan pilkada.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar Alwis mengatakan, saat ini prosesnya sedang diferivikasi oleh SKPD teknis, Kesbangpol, "Ini nanti yang akan diputuskan, setelah selesai baru diteruskan ke TAPD. Besok (Kamis 17 Oktober 2019) finalnya berapa anggaran yang ... Baca halaman selanjutnya