Langkah Cepat NA ke Wamena, Representasi Kepedulian Orang Minangkabau

"Dalam tragedi kemanusiaan itu, Sembilan perantau Minang meninggal dunia. Ratusan mengungsi, mereka seperti ayam kehilangan induknya di tempat pengungsian"
Wagub Sumbar Nasrul Abit (Istimewa )
rasa sakit yang amat, namun daya juang putri untuk bertahan hidup sangat luar biasa. Ia kemudian berhasil selamat dan lepas dari kematian setela berpura-pura mati dihadapan massa aksi.

“Kemudian saya juga di panah, dibacok dan di bakar. Kemudian saya mendengar diantara mereka (massa) itu berbicara, apabila ada nyawa nya potong leher nya. Putri adalah nyawa yang berlebih,”ujar Nasul Abit meniru apa yang disampaikan Putri.

Nasrul Abit mengaku, setelah melihat kondisi, mendengar kisah yang dialami dan melihat perjuangan Putri yang luar biasa untuk tetap hidup itu lah kemudian yang menjadi alasan kenapa dirinya tak mampu menahan air mata.

Nasrul berharap, Putri yang saat ini suda berada di Kota Padang dan di rawat di RSUP M Djamil Padang, dapat sesegera mungkin sembuh dan berkumpul kembali dengan keluarga besar. Meski menyisakan trauma yang cukup berat, Nasrul Abit juga berharap Putri dapat segera bangkit da menatap masa depan.

“Makanya saya meneteskan air mata, saya ambil kesimpulan, ambil tindakan. Saya minta dia pulang segera, kita bawa ke Padang. Semoga dia bisa sembuh cepat. Sekarang sudah di M Djamil. Mudah-mudahan dia sembuh, bisa berkumpul dengan keluarga di Koto lamo, Kambang, Pessel,” kata Nasrul Abit.

Dia menegaskan, terlepas dari cerita duka warganya yang menjadi korban tragedi kemanusiaan di Wamena, dirinya dan Gubernur Sumatera Barat, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Minang yang begitu besar perhatiannya terhadap tragedi ini.

“Melalui kesempatan ini, saya dan pak Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Minang yang begitu besar perhatiannya, baik dikampung halaman maupun yang di perantauan, yang sudah memberikan sumbangan, begitu banyak. Sampai sekarang, sudah 819 orang orang Minang yang pulang ke Padang. Untuk itu, kepada seluruh pihak, saya juga mohon pengertian bahwa untuk sementara, biarlah orang Minang pulang dulu ke Sumbar agar ... Baca halaman selanjutnya