Berkas Perkara Lengkap, Bendahara dan Wali Nagari Talang Babungo Segera Diadili

"Tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan dari penyidik ke Penuntut Umum untuk proses selanjutnya, sebelum dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan"
Penyerahan tersangka dan berkas kasus korupsi dana desa nagari Talang Babungo di Kejaksaan Negri Solok (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Kasus dugaan korupsi dana desa yang menjerat wali nagari dan Bendahara Nagari Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat terus bergulir. 

Dalam tahap dua penanganan kasus tersebut, kedua tersangka Zulfatriadi dan Darmiatis, berikut berkas perkara sudah dilimpahkan dari penyidik kepada penuntut umum.

"Tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan dari penyidik ke Penuntut Umum untuk proses selanjutnya, sebelum dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan," ungkap Aliansyah didampingi Kasi Pidsus Wahyudi Kuoso dan Kasi Intel Ulfan Gustian Arif, Kamis (17/10) di Kejari Solok.

Dalam tahap ini, tersangka yang sebelumnya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Laing, Kota Solok dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Padang. Penahanan kedua tersangka diperpanjang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Solok melakukan penahanan terhadap Wali Nagari Talang Babungo, Kabupaten Solok Zulfatriadi pada Rabu 24 Juli 2019 lalu. Zulfatriadi diduga kuat melakukan penyelewengan atau penyalahgunaan keuangan dana desa pada tahun anggaran 2018.

Tidak hanya wali nagari, kasus dugaan korupsi tersebut juga ikut menyeret bendahara Nagari Talang Babungo, Darmiatis. Bendahara Nagari Talang Babungo itu akhirnya juga ditahan pada Selasa 13 Agustus 2019. Disinyalir, uang ratusan juta tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Terungkapnya kasus dugaan korupsi berawal dari kecurigaan petugas atas penggunaan anggaran dana desa yang dinilai cukup janggal. Dari pemeriksaan pihak terkait terhadap jumlah anggaran tersedia dengan anggaran yang terealisasi dan dihubungkan dengan buku khas umum tahun anggaran 2018, didapatkan Silpa sebesar Rp742. 489. 579.

Sementara itu, saat dilakukan pengecekan terhadap khas yang ada di rekening nagari, hanya ada sebesar Rp143.349,59. Terdapat selisih anggaran sebesar Rp 742.246.230 dan seharusnya berada dalam kas atau ... Baca halaman selanjutnya