Ditutup Malam Ini, Donasi Sumbar Peduli Sesama Mencapai Rp6,3 Miliar

Kepala Biro Bina dan Mental Setdaprov Sumatera Barat, Syaifullah
Kepala Biro Bina dan Mental Setdaprov Sumatera Barat, Syaifullah (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Data hingga sore ini (15.51 WIB) uang yang masuk ke rekening Sumbar Peduli Sesama untuk korban kerusuhan di Wamena mencapai Rp6,3 miliar.

"Uang masuk dan keluar kemungkinan terus bergerak hingga malam ini. Malam ini donasi akan kami tutup," kata Kepala Biro Bina dan Mental Setdaprov Sumatera Barat, Syaifullah, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 18 Oktober 2019.

baca juga: Pemerintah Perpanjang Masa Pelaksanaan Pekerjaan Venue PON XX

Dijelaskannya, dari donasi tersebut telah digunakan untuk biaya pemulangan mulai tiket hingga uang saku perantau Minang mencapai Rp3,2 miliar. Sehingga masih tersisa sekitar Rp3 miliar lagi.

"Sisa ini akan juga akan kami berikan kepada korban kerusuhan, namun kami sedang mencari formula yang tepat agar bantuan tepat sasaran. Kedepan kami akan rapat dulu dengan pimpinan," katanya.

baca juga: PON XX Papua 2020 Ditunda Hingga Oktober 2021

Syaifullah menjelaskan total perantau yang pulang dari Wamena hingga 11 Oktober 2019 berjumlah 860 orang. Hal itu terdata dari klaim tiket pesawat yang dibayar Pemprov Sumbar.

"Sampai sekarang sudah cukup banyak perantau yang mengklaim tiketnya, dengan harga tiket tiket Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang. Pembayarakan klaim pun dilakukan secara tunai dengan cara, memeriksa tiket yang digunakan, serta mencocokan daftar perantau Wamena yang pulang dari data yang dicara oleh IKM (Ikatan Keluarga Minang) di Wamena," jelasnya.

baca juga: Komite II DPD RI Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan Pasukan Non-Organik di Papua

direncanakanU sisa uang itu bakal diberikan kepada perantau yang mengalami kerusakan aset yang ada di Wamena, seperti toko atau warung yang dibakar akibat kerusuhan tersebut.

"Sejauh ini kita berencana uang yang tersisa itu untuk diberikan kepada korban yang warung dan tokonya terbakar. Soal nilai, mungkin akan disesuai atas dasar kondisi kerusakan. Karena kita tidak bisa bantu banyak, mengingat ada kemungkinan bangunan yang rusak di Wamena itu dibantu oleh Kementerian PUPR," ungkapnya.

baca juga: 63 Tapol Papua Desak Kasusnya Dibawa ke Meja PBB

Syaifullah menyatakan, terkait waktu pembatasan klaim tiket pesawat dari Wamena - Papua sampai sekarang belum ada ditentukan kapan batas waktunya. Hal ini dikarenakan, butuh verifikasi data dari setiap perantau yang mengajuk klaim ke Biro Bina dan Mental.

Syaifullah juga menghimbau kepada masyarakat yang belum melakukan klaim tiket pesawat, harap segera mendatangi Kantor Biro Bina dan Mental Setdaprov Sumatera Barat yang ada di lantai II Gedung Scape Building Kantor Gubernur. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir