Ditutup Malam Ini, Donasi Sumbar Peduli Sesama Mencapai Rp6,3 Miliar

"Data hingga sore ini (15.51 WIB) uang yang masuk ke rekening Sumbar Peduli Sesama untuk korban kerusuhan di Wamena mencapai Rp6,3 miliar"
Kepala Biro Bina dan Mental Setdaprov Sumatera Barat, Syaifullah (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Data hingga sore ini (15.51 WIB) uang yang masuk ke rekening Sumbar Peduli Sesama untuk korban kerusuhan di Wamena mencapai Rp6,3 miliar.

"Uang masuk dan keluar kemungkinan terus bergerak hingga malam ini. Malam ini donasi akan kami tutup," kata Kepala Biro Bina dan Mental Setdaprov Sumatera Barat, Syaifullah, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 18 Oktober 2019.

Dijelaskannya, dari donasi tersebut telah digunakan untuk biaya pemulangan mulai tiket hingga uang saku perantau Minang mencapai Rp3,2 miliar. Sehingga masih tersisa sekitar Rp3 miliar lagi.

"Sisa ini akan juga akan kami berikan kepada korban kerusuhan, namun kami sedang mencari formula yang tepat agar bantuan tepat sasaran. Kedepan kami akan rapat dulu dengan pimpinan," katanya.

Syaifullah menjelaskan total perantau yang pulang dari Wamena hingga 11 Oktober 2019 berjumlah 860 orang. Hal itu terdata dari klaim tiket pesawat yang dibayar Pemprov Sumbar.

"Sampai sekarang sudah cukup banyak perantau yang mengklaim tiketnya, dengan harga tiket tiket Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang. Pembayarakan klaim pun dilakukan secara tunai dengan cara, memeriksa tiket yang digunakan, serta mencocokan daftar perantau Wamena yang pulang dari data yang dicara oleh IKM (Ikatan Keluarga Minang) di Wamena," jelasnya.

direncanakanU sisa uang itu bakal diberikan kepada perantau yang mengalami kerusakan aset yang ada di Wamena, seperti toko atau warung yang dibakar akibat kerusuhan tersebut.

"Sejauh ini kita berencana uang yang tersisa itu untuk diberikan kepada korban yang warung dan tokonya terbakar. Soal nilai, mungkin akan disesuai atas dasar kondisi kerusakan. Karena kita tidak bisa bantu banyak, mengingat ada kemungkinan bangunan yang rusak di Wamena itu dibantu oleh Kementerian PUPR," ungkapnya.

Syaifullah menyatakan, terkait waktu pembatasan klaim tiket pesawat dari Wamena - Papua sampai sekarang belum ada ... Baca halaman selanjutnya