Sisa Donasi Sumbar Peduli Sesama Rencananya Diberikan Per KK

"Jadi ada korban nyawa, harta, bisa dikelompokkan berat, sedang dan ringan. Nanti tidak lagi perkepala seperti pemberian uang saku tapi per KK"
Kepala Biro Bina dan Mental Setdaprov Sumatera Barat, Syaifullah (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berencana akan memberikan bantuan sisa dari donasi Sumbar Peduli Sesama kepada perantau Minang korban kerusuhan Wamena.

Formula pemberian bantuan yang tetap sedang dicarikan. Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Sumatera Barat Syaifullah menyebutkan, rencana pemberi bantuan dilakukan per kepala keluarga (KK) dan sesuai kategori kerugian.

"Jadi ada korban nyawa, harta, bisa dikelompokkan berat, sedang dan ringan. Nanti tidak lagi perkepala seperti pemberian uang saku tapi per KK," ujarnya, saat ditemui KLIKPOSITIF diruang kerjanya, Jumat, 18 Oktober 2019.

Untuk nominal, lanjutnya, akan dibicarakan dengan pimpinan (Gubernur dan Wakil Gubernur) termasuk soal jadwal akan diberikan kepada korban.

"Kami akan bicarakan hingga mendapatkan formula yang pas," katanya.

Dijelaskannya, data hingga sore ini (15.51 WIB) uang yang masuk ke rekening Sumbar Peduli Sesama untuk korban kerusuhan di Wamena mencapai Rp6,3 miliar.

Dari donasi tersebut telah digunakan untuk biaya pemulangan mulai tiket hingga uang saku perantau Minang mencapai Rp3,2 miliar. Sehingga masih tersisa sekitar Rp3,4 miliar lagi.

"Sisa ini akan juga akan kami berikan kepada korban kerusuhan, namun kami sedang mencari formula yang tepat agar bantuan tepat sasaran. Kedepan kami akan rapat dulu dengan pimpinan," katanya.

Syaifullah menjelaskan total perantau yang pulang dari Wamena hingga 11 Oktober 2019 berjumlah 860 orang. Hal itu terdata dari klaim tiket pesawat yang dibayar Pemprov Sumbar.

"Sampai sekarang sudah cukup banyak perantau yang mengklaim tiketnya, dengan harga tiket tiket Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang," sebut Syaifullah.

Pembayarakan klaim pun dilakukan secara tunai dengan cara, memeriksa tiket yang digunakan, serta mencocokan daftar perantau Wamena yang pulang dari data yang dicara oleh IKM (Ikatan Keluarga Minang) di ... Baca halaman selanjutnya