Korban Kerusuhan Wamena Tertimpa Pagar di Pessel, Pemprov Sumbar Tanggung Biaya Pengobatan

"Kami akan tanggung biaya pengobatan, apalagi mereka korban kerusuhan Wamena yang sedang susah. Nanti, setelah ada total biaya bisa langsung klaim ke kami"
Habib Abdul Azim (2 tahun) sedang dirawat di RS Yos Sudarso Padang (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - "Mujur sepanjang hari, malang sekejap mata" ungkap itu cocok untuk Habib Abdul Azim (2 tahun), selamat dari kerusuhan Wamena, tapi musibah justru datang setelah berada di kampung halaman.

Anak pasangan Abdul Hamdani (30) Siska (30) ini tertimpa pagar rumah mereka di Kenagarian Lakitan Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan pada Selasa (15/10).

Dari musibah itu Habib mengalami retak pada tulang kepala dan sempat tidak sadarkan diri sehingga dilarikan ke Puskesmas Setempat hingga di rujuk ke Rumah Sakit Yos Sudarso Padang.

"Sudah tiga hari di rumah sakit, kami tidak punya BPJS, dokumen beserta 7 ruko kami hangus terbakar di Wamena," ungkap Irma Dani Saputra (32) paman Habib saat di temui KLIKPOSITIF di RS Yos Sudarso, Jumat, 18 Oktober 2019.

Awalnya mereka sempat panik, pasalnya masuk rumah sakit dengan status pasien umum, ditambah tidak punya biaya karena harta benda di Wamena habis terbakar. Akan tetapi keluarga mulai lega setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan di rumah sakit.

"Kami korban kerusuhan, kemarin pulang di pasilitasi Pemprov Sumbar juga. Alhamdulillah dapat uang saku, tapi musibah datang lagi saat di kampung. Hari ini sudah ada perwakilan dari Biro Rantau, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial datang," katanya.

Dani juga menceritakan saat kerusuhan di Wamena. Bagaimana 16 anggota keluarga mereka menantang maut hingga diselamatkan masyarakat setempat ke gereja.

"Alhamdulillah berkat bantuan banyak pihak termasuk Pemprov Sumbar kami sampaikan di kampung halaman," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Sumatera Barat Syaifullah berjanji akan membayar biaya pengobatan korban kerusuhan Wamena yang ditimpa musibah saat berada di kampung halaman.

"Kami akan tanggung biaya pengobatan, apalagi mereka korban kerusuhan Wamena yang sedang susah. Nanti, setelah ada total ... Baca halaman selanjutnya