Klarifikasi Dinkes Pessel: Jumlah Balita Penderita ISPA Hanya Ratusan, Bukan Ribuan

Kepala Seksi P2M, Dinkes Pessel, Rosmali
Kepala Seksi P2M, Dinkes Pessel, Rosmali (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Sehubungan dengan berita KLIKPOSITIF dengan judul 'Dampak Kabut Asap, Ribuan Balita di Pessel Terjangkit ISPA ' yang tayang 17 Oktober 2019, Seksi P2M Dinkes Pesisir Selatan meralat data yang telah diberikan dan diberitakan tersebut. (Baca : Pessel Terjangkit ISPA " href="http://news.m. KLIKPOSITIF .com/baca/59045/dampak-kabut-asap--ribuan-balita-di-pessel-terjangkit-ispa">Dampak Kabut Asap, Ribuan Balita di Pessel Terjangkit ISPA )

Menurut Kepala Seksi P2M, Dinkes Pessel , Rosmali, balita yang terjangkit ISPA atau pneumonia dalam tiga bulan terakhir hanya ratusan, bukan ribuan. Sebab, data yang telah diinformasikan tersebut merupakan data batuk, bukan pneumonia atau ISPA .

baca juga: Pasien Sembuh COVID di Pessel Bertambah Dua Orang, Total Jadi 15 Orang

"Kami mengaku salah memberikan data, sebenarnya data yang kami informasikan ke KLIKPOSITIF adalah data batuk bukan pneumonia atau bukan data ISPA . Sebab data ISPA sepanjang tiga bulan terakhir, Juli tercatat 109, Agustus 158 dan September 159 atau naik satu angka," ungkap Rosmali kepada KLIKPOSITIF , Jumat 18 Oktober 2019.

Terkait data tersebut, pihaknya meminta maaf dan mengaku telah salah memberikan data, karena data yang diberikan adalah batuk bukan pneumonia atau bukan ISPA .

baca juga: Hanyut di Bendungan Lesung Air, Seorang Remaja Pessel Ditemukan Meninggal

"Dengan salah informasi kepada KLIKPOSITIF , kami dari Seksi P2M Dinkes Pessel meralat kembali data tersebut sesuai fakta yang kami input terkait balita yang terjangkit ISPA ," pintanya.

[Kiki Julnasri]

baca juga: Lama di Rumah Akibat Pandemi, Guru di Pessel Kembali Bertugas ke Sekolah

Penulis: Iwan R