Bukan Pagi, Pasar Tradisional di Agam Ini Justru Buka di Siang Hari

Pasar Pakan Selasa
Pasar Pakan Selasa (Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF -- Pakan Selasa merupakan pasar tradisional yang berlokasi di perbatasan Nagari Kamang Ilia dan Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, Agam -Sumbar.

Pasar ini berbeda dengan pasar tradisional lainnya di Agam maupun Sumbar, karena waktu bukanya di mulai di siang hari, sekitar pukul 13.00-18.00 WIB,setiap Selasa dan Jum'at. Sementara pasar lainnya, dibuka sejak pagi hari.

baca juga: Bersilaturrahmi ke Lezatta, Andri Warman dan Irwan Fikri Bahas Potensi Wisata Agam

Kenapa pasar ini memulai aktifitas di siang hari ? KLIKPOSITIF mewawancarai Ketua Pengelola Pakan Selasa , Sutan Kayo (64), Jum'at 18 Oktober 2019.

Kayo menyebut, pasar ini dibuka siang hari berkaitan dengan kebiasaan warga lokal.

baca juga: Disparpora Agam: Kami Belum Buka Objek Wisata

"Sudah sejak dulu begini, warga di sini kan semuanya petani, jadi kan tiap pagi mereka mesti ke sawah, makanya pasarnya siang hari," ungkapnya.

Ia tak mengetahui kapan pastinya pasar tradisional ini berdiri, sebab sedari kecil pasar tersebut didapatinya sudah ada.

baca juga: Jalan Alternatif Padang-Bukittinggi Via Malalak Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

"Berapa ya umurnya? mungkin 200 tahunan lah. Setahu saya, di Agam , ya inilah pasar yang bukanya di siang hari," jelasnya.

Pasar yang terletak di pinggir jalan raya Bukittinggi-Kamang itu, berukuran sekitar 50 x 70 meter, dengan 2 Los beratap gonjong menjulang tinggi. Kapasitas pedagang, berkisar antara 200-250 pedagang. Sekilas tampak cukup bersih dan tak becek seperti pasar lainnya.

baca juga: Satgas Bencana BUMN Sumbar Salurkan Bantuan Penanganan COVID-19 kepada Pemkab Agam

Setiap pedagang dikelompokkan berdasar jenis jualannya sehingga tampak cukup tertata. Untuk tarif restribusinya pun tergolong murah, pengelola memungut tarif Rp2.000-Rp5.000 rupiah, tergantung besar lapak.

"Pedagangnya macam-macam, selain yang dekat-dekat, ada juga dari Bukittinggi maupun Pessel. Jumlahnya tak selalu sama tiap pekannya," ujar Sutan Kayo.

Nuansa tradisionalnya cukup kental di pasar ini, jenis dagangan pun terbilang lengkap, jajanan khas Minangkabau seperti Katupek Kapau, Sate, Aia Aka maupun beraneka penganan lainnya mudah ditemui dengan harga lebih terjangkau.

Berbelanja di pasar tradisonal ini terasa lebih mengasyikkan, kita bisa melihat kaum Ibu-ibu sibuk menawar sengit harga belanja dengan pedagang, sesuatu yang tak akan kita temui di supermarket.

Pasar ini cukup mudah ditempuh kendaraan, sekitar 20 menit dari Kota Bukittinggi. (*)

Penulis: Iwan R