Pasbar Luncurkan Inovasi Sister dan KB Plus Untuk Kesehatan dan Tenaga Kerja

Setdakab Pasbar, Yudesri meresmikan peluncuran aplikasi Sister dan BK disertai pemukulan gong
Setdakab Pasbar, Yudesri meresmikan peluncuran aplikasi Sister dan BK disertai pemukulan gong (Ist)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Cegah stunting dan tekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat-Sumatera Barat luncurkan dua inovasi aplikasi.

Dua inovasi aplikasi itu yakni aplikasi Sistem Informasi Stunting Terintegrasi (Sister) dan aplikasi Bursa Kerja (BK) Plus. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ), Yudesri, Sabtu (19/10).

baca juga: Diduga Hilang Kendali, Pedagang Jeruk Tewas Tabrak Truk Fuso Sedang Parkir di Pasbar

Sambung Yudesri, aplikasi itu digagas oleh Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika," katanya.

Ia menjelaskan, Pasaman Barat merupakan salah satu daerah prioritas penanganan stunting  yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebab kata dia, Pasbar di tahun 2018 prevalensi stunting tercatat diatas 35 persen.

baca juga: Ambulans Berisi Jenazah Tabrakan dengan Ertiga di Sarik Pasbar

"Itu tercatat di Riset Kesehatan Dasar, yang menempatkan angka Pasbar berada di atas rata-rata propinsi maupun nasional," jelasnya.

Ia memaparkan, aplikasi Sister dibangun untuk untuk menyajikan informasi terkait indikator capaian dan pelaksanaan konfergensi di daerah. Namun aplikasi Sister tidak mengganti sistem yang ada.

baca juga: Masyarakat di Air Haji Pasbar Tutup Jalan Masuk Menuju PT Agrowiratama, Ada Apa?

Seperti pendataan dan monitoring yang ada di OPD teknis, seperti e-PPGM dan PIS-PK di Dinas Kesehatan, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial di Dinas Sosial, maupun sistem data lainnya yang sudah ada.

"Sesuai petunjuk teknis yang ada, data manajemen stunting bertujuan mengoptimalkan sistem data yang sudah ada," ucapnya.

baca juga: Gelar Pilkada di Tengah COVID-19, KPU Pasbar Butuh Tambah Anggaran

Sedangkan aplikasi Bursa Kerja (BK) Plus untuk menjawab permasalahan masalah pengangguran yang ada. Menurut data BPS, tingkat pengangguran di Pasbar pada tahun 2018 tercatat sebesar 3,37 persen.

Jika dilihat lebih dalam, kondisi pengangguran terbuka di Pasbar masih di dominasi oleh tamatan SLTA ke bawah yaitu sebesar 84,58 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas angkatan kerja perlu ditingkatkan.

Untuk itu, dua inovasi yang diluncurkan dalam rangka menjawab permasalahan yang ada terkait kualitas hidup dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pasbar .

"Tentunya kita semua harus mendukung langkah-langkah strategis yang telah diinisiasi oleh Bappeda maupun Dinas Tenaga Kerja," tutup Yudesri. [Irfan Pasaribu]

Penulis: Eko Fajri