Staf Dispenda Terjaring OTT Saber Pungli, Mahyeldi ingatkan ASN Pemkot Padang

"Mahyeldi mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan oleh bawahannya sehingga mencoreng nama baik Pemko Padang"
Wali Kota Padang Mahyeldi (IST)

PADANG, KLIKPOSITIF-- Pasca ditangkapnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintahan Kota Pada dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli, Jumat kemarin Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah mengingatkan ASN Kota Padang agar tidak ada lagi permainan.

"Saya mengingatkan seluruh ASN yang berada di bawah naungan Pemko Padang agar tidak melakukan pungutan liar lagi," ujarnya, Minggu 20 Oktober 2019.

Ia mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh bawahannya sehingga mencoreng nama baik Pemko Padang. "Kami juga berharap kepada masyarakat yang berurusan dengan SKPD di jajaran Pemko Padang agar tidak memberikan imbalan kepada anggota kami," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah memperbaiki sistem penerimaan di jajaran Pemko Padang untuk meminimalisir pungutan liar kedepannya. "Makanya kami mengubah semua sistem menjadi online agar hal yang sama tidak terjadi lagi," ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan bahwa saat ini beberapa perizinan di Kota Padang telah diubah ke dalam format online. Meskipun belum keseluruhan perizinan atau penerimaan daerah bisa diurus secara online. "Selain itu, kami juga membuat sistem SKPD yang satu diawasi oleh SKPD lainnya. Dan itu masih kami lakukan secara bertahap," katanya.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Sumbar, menangkap seorang staf Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemkot Padang berinisial JN. Tersangka terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama seseorang IZ (63 pada Jumat, 18 Oktober. Keduanya ditangkap terkait suap pengurusan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan (BPHTB). JN dan IZ ditangkap sekitar pukul 15.00 WIB di depan Kompleks Perkantoran Balai Kota Padang, Jalan M Yamin Padang.

Halbert Caniago