Tenaga Kesehatan PR Serius Menkes Baru, Kenapa?

"Tenaga Medis kita kurangnya ribuan, dan bukan hanya kurang, distribusi tenaga kesehatan negara kita sangat timpang antara pulau Jawa dan luar Jawa. Ketimpangan ini berlanjut sangat mencolok antara daerah perkotaan dan daerah terpencil"
Ilustrasi (Net)
bahwa kondisi pengangguran tenaga kesehatan di perkotaan banyak terjadi. Padahal berdasar data kementerian kesehatan, kita masih kekurangan ribuan tenaga kesehatan di masing-masing bidang pekerjaan seperti Dokter Gigi, Apoteker, Tenaga Kesehatan Masyarakat, Gizi dan Teknisi Pelayanan Darah," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini kondisi ironi terjadi di daerah terpencil dimana tenaga kesehatan sangat kurang dan sangat dibutuhkan. Total kekurangannya bila mengacu pada permenkes, jumlahnya mencapai 14.297 orang yang terdiri dari Dokter Gigi kurang 2.698, Apoteker kurang 1.124, Tenaga Kesehatan Masyarakat kurang 6.192, Tenagai Gizi kurang 2.582 dan Teknisi Pelayanan Darah 1.701.

Ini tantangan bagi menteri baru di kementerian kesehatan untuk menyelesaikan masalah selain pemenuhan jumlah tenaga kesehatan, juga adanya insentif tenaga kesehatan daerah yang tidak menarik.

“Insentif bagi tenaga kesehatan di daerah terpencil bisa jadi belum cukup menarik dibandingkan dengan potensi resiko yang mungkin harus dihadapi nakes tersebut. Transportasi, tantangan kondisi sosial masyarakat hingga menghadapi konflik berdarah menjadi risiko tinggi bagi mereka," ucapnya.

Adang berharap. Menteri kesehatan baru nanti yang akan dipilih presiden mampu mengurai persoalan kesehatan nasional dan mencari serta menyelesaikan akar permasalahan sehingga dapat memberi jalan keluar dengan cepat. "Karena indikator kepuasan masyarakat terhadap pemerintahnya, hingga saat ini selalu memasukkan pelayanan kesehatan sebagai salah satu parameter yang di evaluasi masyarakat," pungkasnya. (*)

Sumber: DPR