Tingkat Kepercayaan Terhadap Manusia Pada Robot Sangat Mengejutkan

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -Sebuah riset mengungkap jika manusia ternyata lebih percaya kepada robot. Dilansir dari South China Morning Post menyebutkan bahwa sebanyak 88 persen pekerja Cina memiliki kepercayaan lebih pada robot daripada pada manajer manusia mereka.

Angka ini menunjukkan dua pertiga pekerja mempercayai kecerdasan buatan dibandingkan manajer mereka, yang sesama manusia. Survei ini dilakukan melalui sebuah studi oleh perusahaan perangkat lunak asal AS Oracle dan perusahaan riset Future Workplaces dirilis belum lama ini.

baca juga: Trump Klaim Berhasil Redam Protes di AS

Menurut survei, responden percaya AI memiliki keunggulan dibandingkan manusia dalam hal jadwal kerja, menawarkan informasi yang tidak memihak, dan penyelesaian masalah. Empat dari lima robot yang disurvei, dapat menangani sebagian besar hal dengan lebih baik daripada manusia yang menjabat sebagai manajer perusahaan.

"AI mendefinisikan kembali tidak hanya hubungan antara pekerja dan manajer tetapi juga peran seorang manajer di tempat kerja yang digerakkan oleh AI," ungkap Dan Schawbel, direktur penelitian di Future Workplace dalam sebuah pernyataan.

baca juga: Mewabah Lagi di Kongo, Ebola Tak Kalah Bahaya dari Covid-19

Studi ini mensurvei 8.370 karyawan, manajer, dan profesional sumber daya manusia di 10 negara dari Juli hingga Agustus tahun ini. Temuan survei datang ketika teknologi AI mulai membuat dampak yang lebih besar di tempat kerja di seluruh dunia. Sekitar setengah dari semua responden survei mengatakan, mereka menggunakan beberapa bentuk teknologi AI dalam pekerjaan sehari-hari mereka, naik dari 32 persen tahun lalu.

Berlawanan dengan persepsi umum bahwa orang-orang takut terhadap robot di tempat kerja, dua pertiga responden survei mengatakan, mereka optimistis dan bersyukur memiliki rekan kerja robot, dan seperempat responden mengatakan hubungan mereka dengan AI di tempat kerja adalah "mencintai dan memuaskan."

baca juga: Kawasan Amerika Selatan Ditetapkan WHO Sebagai Zona Merah Baru Pandemi

Cina telah menempatkan teknologi baru seperti AI, internet dan robotika di jantung rencana peningkatan industrinya, yang bertujuan untuk menjadi salah satu kekuatan manufaktur terkuat di dunia pada 2025 mendatang. Pasar ekonomi nomor dua di dunia ini sudah menjadi pasar terbesar untuk telepon pintar dan mobil. Selain itu juga memiliki jumlah pengguna internet terbanyak dan kemungkinan akan segera memiliki infrastruktur seluler 5G terbesar.

Penulis: Ramadhani