Koral di Pesisir Selatan Menguning, Apa yang Terjadi?

Kondisi koral atau karang yang menguning
Kondisi koral atau karang yang menguning (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Terumbu karang yang berada di Kenagarian Sungai Pisang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan -Sumatera Barat terancam mati.

Hal tersebut karena terjangkit Koral Bleaching (pemutihan) yang mengakibatkan terumbu karang tersebut berubah warna menjadi kekuningan.

baca juga: Pasien Sembuh COVID di Pessel Bertambah Dua Orang, Total Jadi 15 Orang

Masyarakat setempat, David Andespin mengatakan kondisi itu sudah terjadi semenjak empat hari yang lalu.

"Empat hari yang lalu keadaan terumbu karang ini berwarna putih pucat dan kami memprediksi terjadinya koral bleaching," ujarnya.

baca juga: Hanyut di Bendungan Lesung Air, Seorang Remaja Pessel Ditemukan Meninggal

Ia mengatakan, lokasi yang dipenuhi dengan terumbu karang itu seluas setengah hektare dan semuanya sudah mulai terjangkit dan warnanya sudah mulai berubah.

"Jumat lalu warnanya putih pucat, tetapi hari ini ada yang menguning dan ada yang menghitam," lanjutnya.

baca juga: Lama di Rumah Akibat Pandemi, Guru di Pessel Kembali Bertugas ke Sekolah

Menurutnya, beberapa terumbu karang tersebut menhitam dan sudah mulai mati. "Terumbu karang ini sudah ada yang mati saat ini," lanjutnya.

Sementara itu, Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL), Ulung Jantama Wisha mengatakan bahwa fenomena tersebut baru mulai gejala bleaching.

baca juga: 42 Hasil Tes Warga di Pessel Dinyatakan Negatif, 38 Orang Masih Menunggu

"Karang itu asosiasi antara kapur karbonat dengan biota laut sozoa santela yang memberikan warna pada karang itu sendiri. Kemungkinan karena suhu yang meningkat, sozoa santela itu pergi dan mengubah warna karang menjadi putih," katanya.

Menurutnya, PH pada air laut saat dilakukan pengecekan dan tetap pada angka normal setinggi 7 hingga 8. Begitu pula dengan keadaan suhu air laut yang juga masih dianggap normal pada angka 28.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut diperkirakan terjadi bukan karena kabut asap yang diisukan karena bleaching yang terjadi di lokasi tersebut.

"Kalau dikatakan karena kabut asap, efeknya akan secara global. Sementara kami baru mendapatkan informasi seperti ini hanya di daerah ini saja," lanjutnya.

Menurutnya kejadian itu dikarenakan pengaruh dari darat seperti limbah rumah tangga atau hujan. "Beberapa minggu kemarin kan badai sehingga air yang berada di darat masuk ke laut akhirnya salinitasnya turun," lanjutnya.

Untuk fenomena bleaching sendiri, ia mengatakan sering terjadi karena pengaruh suhu. "Tapi tadi saat pengecekan, suhu tidak ada masalah masih dalam angka normal," sambungnya.

Ia mengatakan, untuk suhu yang tidak baik bagi karang itu sendiri berada pada di atas 27 derjat selcius. "Jika suhu air laut itu di atas 30 derjat selcius, sudah dipastikan itu bleaching, tapi saat ini keadaan suhu masih normal," sambungnya.

Ia menambahkan,  pihaknya akan melakukan penelitian lebih lanjut terkait kejadian itu agar bisa mengetahui penyebab kejadian tersebut.

[Halbert Caniago]

Baca juga :

Setengah Hektare Karang Acroporha di Sungai Pinang Memutih

BPSPL: El Nino Pengaruhi Transplantasi Karang

BPSPL Padang : Pemutihan Karang Lebih Mengancam Pariwisata

Penulis: Iwan R