PKS: Lucu Demokrasi Ini jika Semuanya Bergabung ke Pemerintahan

"Keberadaan oposisi adalah hal yang lazim"
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat Irsyad Syafar mengatakan partainya akan tetap menjadi oposisi pemerintah. (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat Irsyad Syafar mengatakan partainya akan tetap menjadi oposisi pemerintah. Hal ini agar adanya check and balance terhadap kinerja pemerintah selama lima tahun kedepan.

"Keberadaan oposisi adalah hal yang lazim. Ini merupakan cara pandang bernegara sehingga tetap ada kontrol dan PKS harus konsisten sebagai oposisi. Lucu demokrasi ini jika semuanya bergabung ke pemerintahan," katanya saat dihubungi Senin, 21 Oktober 2019.

BACA JUGA: PKS: Pemerintah Harus Hadir di Tengah-tengah Masyarakat

Ia menuturkan bahwa PKS juga diundang Presiden Jokowi ke istana sebelum pelantikan. "Namun PKS menunda dulu silaturahmi ini sebelum pelantikan hingga penunjukan kabinet baru. Silaturahmi akan tetap jalan karena kita orang timur dan itu budaya yang tetap harus dijaga dengan baik. Kita mengambi sikap ini setelah defenitif kabinet supaya tidak dipahami macam-macam oleh masyarakat atau publik," tuturnya.

Menurutnya saat ini, presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 merupakan presiden bagi seluruh rakyat Indonesia. "Saat ini tak ada lagi pilpres sehingga seluruhnya adalah rakyat yang tergabung dalam lingkaran Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan satu pimpinan yakni presiden. Tidak ada lagi istilah pendukung dan tidak pendukung. Yang memilih dan tidak memilih, semuanya sama. Sehingga presiden juga harus bisa hadir di tengah-tengah rakyatnya," tuturnya.

Ia berharap presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 bisa melaksanakan janji-janji kampanye ... Baca halaman selanjutnya