Catatan Duka Korban Kerusuhan Wamena

"Saya, bagian dari mereka yang selamat masih bertahan di sini. Menikmati kenangan indah Kota Wamena di sela puing-puing luka"
Sekretaris IKM Wamena Nofri Zendra (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - "Saya, bagian dari mereka yang selamat masih bertahan di sini. Menikmati kenangan indah Kota Wamena di sela puing-puing luka," tulisan pembuka dari Nofri Zendra dalam tulisannya "Mengenang Tangis Nasrul Abit di Bumi Papua" dikirim ke KLIKPOSITIF.

Tragedi Wamena berdarah pada Senin 23 September 2019, menyisakan luka yang mendalam bagi kita semua, terutama bagi perantau Minang yang selama ini mengais rezeki di ujung Indonesia itu.

Pagi, sekitar pukul 08.30 WIT ratusan massa tiba-tiba menyerang kios-kios yang rata-rata dihuni oleh pedagang Minang. Kelompok massa membabi buta dengan membakar kios-kios pedagang. Bahkan 9 warga Minang asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat meninggal dunia.

Benar kata tetuah. Ada hikmah di balik setiap peristiwa, ada pula pembelajaran usai rusuh Wamena. Kekompakan urang awak di seluruh Indonesia kian nyata di Nusantara. Terlebih setelah kedatangan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit (NA) di Wamena, perhatian pemimpin begitu terasa. Kami sempat menangis bersama.

Para korban Wamena mengungsi ke Kodim dan Polres sejak awal kerusuhan. Mereka menyelamatkan diri hanya dengan pakaian dibadan. Saat itu kami tidak tahu harus berbuat apa-apa. Sembilan warga Sumbar menjadi korban mau diapakan.

Sehari setelah kejadian jenazah para korban sudah dibawa ke rumah sakit. Saya selaku Sekretaris IKM (Ikatan Keluarga Minang) Kabupaten Jayawijaya mendapat telepon dari keluarga korban di kampung halaman. Keluarga meminta tolong diuruskan jenazah korban agar bisa dipulangkan ke Pesisir Selatan.

Keluarga mengaku siap menanggung biaya asalkan korban dimakamkan di rumah. Saya sedih. Terbayang nasib mereka, sudah ditinggal keluarga, harus pula menanggung biaya pemulangan. Malam itu saya sempat menangis sendiri di pengungsian. Kepada siapa harus mengadu. Kami semua di sini adalah korban.

Setiap saat saya selalu menjalin komunikasi dengan Ketua DPW IKM Papua ... Baca halaman selanjutnya