BPSPL Perkirakan Hiu yang Terdampar di Pesisir Selatan Karena Hal Ini

Foto Hiu Tutul diamabil dari screenshot siaran langsung Afiva N
Foto Hiu Tutul diamabil dari screenshot siaran langsung Afiva N (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Fenomena hiu paus terdampar di Pesisir Pantai Kabupaten Pesisir Selatan diperkirakan karena mobilitas spesies itu.

Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Fadli Pratama Wijaya, Senin 21 Oktober 2019 mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil laboratorium terkait dua ekor hiu paus yang ditemukan terdampar di pesisir pantai Kabupaten Pesisir Selatan.

baca juga: Realisasi Pajak Daerah Kota Padang Baru 25 Persen

"Dari hasil pemantauan sementara kami, hiu paus itu terdampar karena terjerat oleh pukat nelayan," ujarnya.

BACA JUGA:  News Flash: Hiu Tutul Terdampar di Pantai Tan Sridano Batang Kapas Pessel

baca juga: Masjid di Tanah Datar Mulai Laksanakan Salat Jumat

Ia memperkirakan, dua hiu paus tersebut terseret oleh arus air laut yang cukup deras sehingga sampai di perairan yang agak dangkal dan terjerat oleh pukat nelayan.

" Hiu paus ini sebenarnya hidupnya di perairan dalam. Mungkin karena arus laut yang deras saat mereka melakukan mobilisasi makanya sampai di perairan yang agak dangkal," lanjutnya.

baca juga: Positif Covid-19, BM Sempat Mengikuti Rapat di Kantor Bupati dan DPRD Solsel

Ia mengatakan, pada bulan September hingga November mendatang, hius paus akan melakukan mobilisasi dari beberapa lokasi seperti dari Samudera Hindia.

"Di daerah Samudera Hindia ini sebenarnya memang ada perlintasan hiu paus dan mungkin karena rus yang deras, ia terseret ke sini," lanjutnya.

baca juga: Setelah Diambil Sampel Swab ASN Solsel Dilarang Keluar Rumah

Sementara itu, untuk pertolongan pertama yang bisa dilakukan oleh nelayan jika menemukan hiu paus yang terdampar dengan membawanya ke laut yang lebih dalam lagi.

"Sebenarnya nelayan bisa menggunakan kapal dan tali untuk membantu hiu paus yang terdampar itu dan membawanya ke tengah laut," lanjutnya.

Meskipun begitu, jika keadaan hiu paus tersebut sangat lemah, maka penyelamatan yang dilakukan akan sia-sia.

"Kalau keadaan hiu paus itu sudah lemah, maka ia nanti akan terseret lagi ke perairan dangkal. Tapi kami harap nelayan bisa melakukan beberapa pertolongan terhadap hiu paus yang terdampar," lanjutnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh biota laut berukuran besar yang mati seperti hiu paus yang ditemukan beberapa waktu lalu.

"Bagi masyarakat yang menemukan bangkai hiu paus seperti beberapa waktu lalu, maka jangan menyentuhnya. Karena jangan tidak ada yang tahu bakteri yang ada pada bangkai tersebut," katanya.

Menurutnya, bakteri yang ada di bangkai paus tersebut akan mengakibatkan penyakit menular bagi masyarakat nantinya. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri