Kaki Terkena Panah Akibat Kerusuhan di Wamena, Warga Limapuluh Kota Kesulitan Biaya Pulang

"Istrinya menyampaikan kepada kita bahwa suaminya Rian menjadi korban kerusuhan Wamena, Kamis (17/10) lalu. Kakinya terkena panah"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Salah seorang warga Kabupaten Limapuluh Kota, Rian (37) yang berasal dari Nagari Sungai Kamuyang Kecamatan Luak diketahui menjadi salah satu korban kerusuhan yang sempat terjadi di Wamena, beberapa waktu lalu. Pria yang mulai bekerja di Wamena semenjak Februari lalu tersebut diketahui terkena tembakan panah di bagian kaki pada Kamis (17/10) lalu.

Peristiwa tersebut diketahui setelah setelah istri Rian, Teti mendatangi kantor Wali Nagari Sungai Kamuyang untuk meminta bantuan biaya pemulangan suaminya dari wilayah konflik tersebut.

"Istrinya menyampaikan kepada kita bahwa suaminya Rian menjadi korban kerusuhan Wamena, Kamis (17/10) lalu. Kakinya terkena panah," kata PJ Wali Nagari Sungai Kamuyang, Yalbaku Jevino saat dihubungi KLIKPOSITIF, Selasa (22/10) malam.

Dikatakannya, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung berupaya menjalin komunikasi dengan Rian. Hasilnya, yang bersangkutan sudah diberi pengobatan dan mendapat bantuan dari warga setempat.

Meski sudah berada di tempat aman, Yalbaku Jelvino menyebut, kalau warganya tersebut tetap ingin pulang. Namun, masalah biaya menjadi salah kesulitan korban.

"Kita dari nagari sudah koordinasikan sama pihak provinsi namun dari orang provinsi menyebut kalau masa tanggap darurat telah habis, sehingga mereka tidak bisa membantu," lanjutnya.

Menurutnya, sampai saat ini pihak nagari tetap berupaya menggalang bantuan dengan menghubungi pihak pemerintah kabupaten dengan juga para perantau asal Nagari Sungai Kamuyang.

"Mudah-mudahan dana untuk memulangkannya bisa kita dapat karena memang keluarganya secara ekonomi juga kurang mampu. Kita dari pihak nagari tetap berupaya semaksimal mungkin," pungkasnya.