Shofwan Karim: Jangan Kecewa Tak Ada Tokoh Minang di Kabinet Jokowi

Kabinet Indonesia Maju
Kabinet Indonesia Maju (setkab.go.id)

KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan menteri-menterinya di Pelataran Istana Presiden, Rabu (23/10).

Ketua Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim, mengatakan, dari nama-nama menteri yang diumumkan, ada dua orang yang memiliki darah Minang.

baca juga: Dikunjungi Menko PMK, Mensos Berkomitmen Perbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

"Yaitu Jenderal (Purn) Fachrul Razi, orang tua laki-lakinya dari Matua Agam. Dan Nadim Markarim orang tua laki-lakinya berasal dari Padang Panjang," ujarnya kepada KLIKPOSITIF . Facrul Razi adalah Menteri Agama dan Nadim merupakan Mendikbud.

Namun, bila diacu dari garis materilinial, memang bisa disebut tidak ada menteri yang langsung berasal dari Minang seperti kabinet sebelumnya, muncul nama Archandra Thahar dan Andrinof Chaniago .

baca juga: Prabowo Jadi Menteri Pertahanan

BACA JUGA: Bagaimana Peluang Tokoh Minang Masuk Kabinet Jokowi?

"Dalam politik, ini wajar saja. Toh Jokowi hanya dapat suara 14 persen saja di Sumbar," ujarnya. Menurutnya, masyarakat Minang harus menerima ini sebagai pembelajaran politik dan tak perlu kecewa.

baca juga:

Ia melihat tidak munculnya tokoh Minang di kabinet Indonesia Maju ini bukanlah kemunduran. Politik tidak berbicara maju atau mundur.

Pengajar di UIN Imam Bonjol ini meminta hal tersebut dijadikan pembelajaran politik. Masyarakat Minang harus lebih rasional dalam memilih, tidak emosional.

baca juga:

"Dalam politik, hilangkan sentimen agama dan ras. Jadilah pemilih rasional. Melihat tokoh yang dipilih bisa membawa kemajuan atau tidak," ujarnya.

Di Minang, sebutnya, ada 4 persoalan yang perlu ditingkatkan yaitu, pertama, pendidikan. Pendidikan kita harus lebih maju.

Kedua, pariwisata. Bidang ini harus dipikirkan secara matang agar bisa membawa kemajuan. Ketiga, agama yang berkemajuan. Kita harus bisa melahirkan cendikiawan agama dan melahirkan ahli ulumul Quran, ulumul hadis dan fuqaha yang baru, bukan lagi sentimen keagamaan semata-mata. Keempat, kebudayaan,lmu pengetahuan dan teknologi. Kita harus meningkatkan kualitas SDM terus menerus dalam era revolusi 4.0 kecepatan transfer data G.5 dan G.6 ke depan ini.

Dengan meningkatkan tiga bidang ini, ia berharap lima tahun lagi, muncul tokoh-tokoh Minang yang diperhitungkan di tingkat nasional. 

[Andika]

Penulis: Pundi F Akbar