Pemko Payakumbuh Akan Tindak Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg yang Nakal

"Dan bagi agen atau pangkalan yang tidak melakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, maka akan dilakukan penindakan dengan tidak mengeluarkan ijin usaha untuk pangkalan tersebut"
Monitoring Pemko Payakumbuh ke pangkalan gas elpiji 3 kg. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh tidak akan segan-segan memberi sanksi tegas terhadap agen atau pangkalan yang tidak mendistribusikan gas elpiji 3 kilogram sesuai aturan. Salah satu sanksi terberat adalah tidak mengeluarkan ijin usaha untuk pangkalan tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh, Arif Siswandi setelah pihaknya melakukan monitoring ke sejumlah agen dan pangkalan gas elpiji 3 kg dalam satu pekan terakhir.

Dari hasil pantauan yang dilakukan itu, pihaknya menemukan beberapa pangkalan yang tidak buka ataupun menyimpan elpiji 3 kg di tempat lain.

"Dan bagi agen atau pangkalan yang tidak melakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, maka akan dilakukan penindakan dengan tidak mengeluarkan ijin usaha untuk pangkalan tersebut," tegas Arif.

Dijelaskannya, dari hasil monitoring juga diketahui bahwa pendistribusian gas elpiji 3 kg belum tetap sasaran, sehingga menimbulkan kenaikan harga di tingkat pengecer. Ia mengingatkan agen dan pangkalan untuk menjual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp17 ribu per tabung.

"Memang perlu dievaluasi kembali pendistribusiannya agar tepat sasaran," jelasnya.

Ia menyebut, dalam hal ini Pemko Payakumbuh terlebih dahulu akan melakukan pembinaan terhadap agen dan pangkalan yang terdapat di daerahnya.

"Kita akan konsolidasi bersama pihak pertamina untuk melakukan tindakan evaluasi terhadap agen dan pangkalan yang tidak sesuai aturan," pungkasnya.