20 Nama Diusulkan Kemensos Jadi Pahlawan Nasional

Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018, berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2018) pukul 13.10 WIB.
Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018, berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2018) pukul 13.10 WIB. (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Sebanyak 20 nama diusulkan Kementerian Sosial kepada Presiden sebagai calon Pahlawan Nasional yang nantinya akan ditetapkan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial, Kementerian Sosial Bambang Sugeng di Bintan, Kepulauan Riau pada Kamis (24/10/2019).

BACA JUGA:  Idham Azis Calon Tunggal Kapolri, Ini Kata DPR

Baca Juga

"Sudah masuk ke Presiden. Kita usulkan 20 terdiri dari empat usulan baru dan 16 nama yang sudah pernah diusulkan sebelumnya," katanya seperti dilansir suara.com jaringan Klikpositif.com dari Antara.

Dia mengatakan nama-nama tokoh yang diusulkan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Tanah Air seperti Banten, Lampung, Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur dan NTB.

BACA JUGA:  Presiden PKS Umumkan Sikap Politik, Minta Kadernya Sikapi Bijak Keputusan Partai

Lebih lanjut, dia mengatakan nama-nama tokoh tersebut ada yang sudah diusulkan sejak 2017. Namun penetapan sebagai Pahlawan Nasional adalah hak presiden, katanya tanpa merincikan nama-nama tokoh tersebut.

Saat ini, sebanyak 169 orang tokoh yang berjasa terhadap bangsa dan negara telah dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional.

BACA JUGA:  Tenaga Kesehatan PR Serius Menkes Baru, Kenapa?

Pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada Warga Negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Siapa saja berhak mengusulkan nama yang dianggap pantas menyandang gelar Pahlawan Nasional, namun perlu dilakukan sejumlah tahapan antara lain mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah setempat.

BACA JUGA:  Nevi Zuairina: Pidato Presiden Harus Jadi Implementasi Nyata Kerja di Lapangan

Setelah ada pembahasan, nama yang diusulkan dikaji oleh Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tingkat provinsi sebagaimana format laporan Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Lalu dikaji di tingkat pusat yaitu tim di Kementerian Sosial selanjutnya diserahkan ke Presiden untuk penetapan gelar Pahlawan Nasional. (*)

Sumber: Antara/Suara.com

Editor: Eko Fajri